Berita

Presiden PKS, Ahmad Syaikhu, meluncurkan tagline kampanye PKS 2024/Ist

Politik

Luncurkan Tagline Kampanye 2024, PKS: Ibukota Negara Tetap Jakarta

MINGGU, 26 NOVEMBER 2023 | 15:19 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meluncurkan program kampanye gagasan untuk Pemilu 2024 dengan mengusung tagline Pangan Murah, Kerja Gampang, Sehat Mudah.

Presiden PKS, Ahmad Syaikhu, menyebut program itu bertujuan mewujudkan cita-cita mencapai keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Gagasan yang akan diperjuangkan PKS menyangkut keadilan dan kesejahteraan masyarakat, yakni keterjangkauan harga dan ketersediaan kebutuhan pokok atau pangan," kata Syaikhu, pada Kick off Kampanye Nasional Pemilu 2024, di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Minggu (26/11).


"Selain itu ketersediaan lapangan pekerjaan, yang dapat memenuhi kebutuhan angkatan kerja baru. Kemudian layanan kesehatan berkualitas, serta harga terjangkau dan mudah diakses secara merata di seluruh wilayah Indonesia," sambungnya.

Menurut Syaikhu, partai berlambang padi dan bulan sabit yang dipimpinnya berkomitmen mengedepankan politik gagasan. Alasannya itu dipandang sebagai pilar utama dalam konstelasi Pemilu.

Selain memperkenalkan tagline kampanye 2024, PKS juga menegaskan bahwa Jakarta tetap Ibukota negara. PKS menolak Ibu Kota pindah dari Jakarta ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

"PKS mengambil sikap menolak disahkannya RUU IKN, dan menilai Jakarta tetap layak sebagai Ibu Kota negara," tegas Syaikhu.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Jasa Kiai Kampung

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:26

Waketum MUI Usul Gaji Guru Pesantren di Atas UMR

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:16

Jangan Takut Kritik Pemerintah

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:04

Saham BYAN Mencuat, IAW Ingatkan soal Pengawasan Regulator

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:20

Melawan Amplop di Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:08

Program Streamlining Danantara Tak Boleh Identik dengan PHK

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:38

Investor Diajak Terlibat 37 Proyek Investasi Strategis di Jakarta

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:17

Budi Arie Tolak Cabut Analisis Pemilu sebelum 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:02

Jangan Berhenti pada Janji 15 Desember

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:35

Pajak Diduga Bocor Rp5 Triliun, Purbaya Kantongi 40 Nama Perusahaan Baja

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya