Berita

Plt Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono/RMOL

Politik

Beredar Surat Reshuffle, PPP Tak Ambil Pusing

RABU, 22 NOVEMBER 2023 | 21:33 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pergantian menteri di Kabinet Indonesia Maju sepenuhnya hak prerogatif Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebab itu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tak ambil pusing.

Pendapat itu disampaikan Plt Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono, menanggapi beredarnya surat reshuffle. Belakangan, hal itu dibantah Mensesneg Pratikno.

“Pergantian menteri itu bukan soal sekarang, besok, atau kemarin. Itu hak prerogatif presiden. Jadi yang lain pasti tidak tau. Yang tau hanya pak presiden. Dan itu bisa dilakukan kapan saja oleh presiden,” kata Mardiono kepada wartawan, di Gedung High End, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (22/11).


Dia juga mengatakan, Parpol menempatkan kader-kader terbaiknya di kabinet karena panggilan kenegaraan. Dalam hal ini ditunjuk dan dipilih oleh kepala pemerintahan.

“Presiden membutuhkan kader-kader itu untuk ikut serta, berkontribusi membangun bangsa dan negara,” katanya.

Kendati begitu, kata Mardiono, Parpol yang menempatkan kader-kadernya di kabinet sejatinya juga masih memiliki tanggung jawab mengawal suksesi pemerintahan hingga akhir masa jabatan.

Sebelumnya beredar surat reshuffle kabinet di media sosial, Rabu pagi (22/11). Informasi yang diterima dari grup Whatsapp, ada 13 menteri dirombak.

Menanggapi itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Pratikno, membantah keabsahan surat itu.

"Ini hoax," tegasnya, saat dikonfirmasi Kantor Berita Politik RMOL.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya