Berita

Gedung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI/RMOL

Hukum

KPK Geledah Ruang Kerja Anggota BPK RI Pius Lustrilanang

RABU, 15 NOVEMBER 2023 | 12:54 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Usai disegel, ruang kerja Anggota VI BPK RI, Pius Lustrilanang dilakukan penggeledahan oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam perkara dugaan suap yang diawali kegiatan tangkap tangan yang melibatkan Penjabat (Pj) Bupati Sorong, Yan Piet Mosso (YPM) dkk.

Jurubicara Bidang Penindakan dan Kelembagaan KPK, Ali Fikri membenarkan bahwa pihaknya sedang melakukan penggeledahan di ruang kerja Pius Lustrilanang di Gedung BPK RI, Jakarta.

"Betul (KPK geledah ruang kerja Pius Lustrilanang). Iya (penggeledahan masih berlangsung)" kata Ali kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu siang (15/11).


Sebelumnya, Ketua KPK, Firli Bahuri membenarkan bahwa pihaknya melakukan penyegelan di ruang kerja Pius Lustrilanang di Gedung BPK RI, Jakarta.

"Tadi ada pertanyaan tentang kebenaran atas penyegelan ruangan kerja Anggota BPK VI, atas nama PL. Itu betul dilakukan, kita sudah cek kemarin di penyidik, bahwa betul dilakukan penyegelan itu," kata Firli kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa siang (14/11).

Penyegelan itu, kata Firli, dilakukan dalam rangka menjaga status quo supaya ruangan tersebut tetap steril untuk selanjutnya dilakukan upaya paksa penggeledahan.

"Baik itu berupa penggeledahan, maupun nanti juga kalau ada ditemukan bukti yang terkait tindak pidana korupsi, tentu akan dilakukan penyitaan," jelas Firli.

Firli menjelaskan, bahwa penyegelan ruang kerja Pius Lustrilanang masih terkait rangkaian tangkap tangan terhadap PJ Bupati Sorong Yan Piet Mosso dkk.

"Masih (terkait Pj Bupati Sorong), tetapi mungkin anda mau bertanya berikutnya. Bisa saja itu ada pengembangan, tetapi saya pastikan bahwa penyegelan ruangan tersebut terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji yang dilakukan oknum BPK yang sudah kita lakukan penangkapan dan penahanan hari ini," pungkas Firli.



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya