Berita

Capres-cawapres Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka/Ist

Publika

Mayoritas Lembaga Survei Jagokan Prabowo-Gibran

OLEH: ANDRE VINCENT WENAS*
MINGGU, 12 NOVEMBER 2023 | 07:25 WIB

HASIL survei tren politik yang dilakukan banyak lembaga riset per November 2023 menunjukan peningkatan yang semakin signifikan untuk keunggulan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Pengamat politik dan peneliti Indonesia Muhammad Qodari mengatakan, keunggulan ini ditunjukan dari hasil survei beberapa lembaga dengan skor 6 banding 1. Enam Lembaga mengunggulkan pasangan Prabowo-Gibran dan hanya satu yang tidak. Yang satu itu pun semua tahu kemana arah afiliasi politik keberpihakannya. Jadi ya dimaklumi saja.

Ternyata benarlah hipotesa yang mengatakan bahwa rakyat sudah lelah dengan politik pecah belah, sombong dan jemawa. Ini sekaligus jadi bukti bahwa fitnah dan hujatan lawan politik kepada Presiden Joko Widodo juga pada keluarganya itu ditolak rakyat.


Approval rate yang 75%-80% adalah angka yang terlalu kuat untuk diutak-atik demi mendiskreditkan Jokowi. Semua tahu itu, siapa mau mencoba bermain-main dengan hard fact seperti ini malah akan benjol sendiri.

Rakyat terindikasi sudah semakin rasional dalam mempertimbangkan perkara. Kampanye yang dirancang untuk mendiskreditkan Kaesang Pangarep, PSI dan tentu mengarah ke Jokowi bertema “Kami Muak” yang mengambil setting latar belakang baliho Kaesang/PSI ternyata berhasil membuat masyarakat benar-benar muak dengan kempanye hitam model itu.

Efek negatifnya malah berbalik kepada si aktor kampanye hitam itu sendiri. Sebaliknya, simpati pada Kaesang, PSI dan Jokowi malah semakin menguat. Setiap hari kabarnya orang yang login ke PSI (karena faktor Kaesang) sudah ribuan di seluruh Indonesia. Termasuk diaspora yang ada di mancanegara.

Dan seperti sudah dikatakan di atas, bukti survei politik terhadap elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran juga justru semakin kokoh.

Beberapa pihak mencurigai pasangan “Opa dan Cucu” (begitu ledekan para buzzer lawannya Prabowo-Gibran) justru bakal menang satu putaran. Wuih! Semakin dihina malah semakin dapat simpati. Fenomena yang aneh tapi nyata.

Panah-panah fitnah dan hinaan pada Prabowo-Gibran bertubi-tubi datangnya. Fitnah soal cawapres inkonstitusional lah, capres pelanggar HAM, penculik lah, dan kisah-kisah hinaan lama terhadap Prabowo yang didaur ulang demi pembenaran kandidatnya sendiri.

Padahal publik melihat sendiri bukti bahwa tokoh-tokoh di Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran adalah para jenderal yang dahulu berada di posisi “Dewan Jenderal” yang memberhentikan Prabowo.

Dan Prabowo sendiri adalah mantan pasangan Megawati dalam kontestasi pemilu yang lalu, sehingga bisa ditanyakan langsung ke Megawati atau petugas partai lainnya mengenai kredibilitas politik Prabowo. Ini logika politik yang tak perlu IQ tinggi untuk mencernanya. Gampang sekali.

Debat kusir mengenai masa lalu Prabowo yang dipanasin berulang kali membuat adonan fitnah macam itu tak laku di pasar. Ibarat nasi goreng yang sudah dipanasin berulang kali sampai-sampai kompor dan wajannya saja kalau bisa berteriak mereka bakal berseru “Kami Muak!”.

Karena itu, marilah kita hentikan kampanye hitam seperti itu, mari berpolitik dengan riang gembira. Kita semua bersaudara, ini kontestasi antar anggota keluarga sendiri kata Pak Jokowi.

Banyak agenda nasional yang mesti kita bela keberlanjutannya: IKN, hilirisasi, perbaikan gizi, pendidikan, kesehatan nasional, dan banyak lagi. Itu semua butuh energi bangsa. Bukan dihabiskan untuk ledek-ledekan.

Penulis adalah Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Perspektif (LKSP) Jakarta




Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

UPDATE

AKBP Didik Konsumsi Serbuk Haram sejak 2019

Kamis, 26 Februari 2026 | 04:10

Anggaran Pendidikan Bisa Dioptimalkan Tanpa Direcoki MBG

Kamis, 26 Februari 2026 | 04:08

THR di Jakarta Harus Cair Paling Lambat Dua Pekan sebelum Lebaran

Kamis, 26 Februari 2026 | 03:25

Ibnu Muljam, Pembunuh Ali yang Hafal Al-Qur'an

Kamis, 26 Februari 2026 | 03:11

PDIP Sesalkan MBG Sedot Dana Pendidikan

Kamis, 26 Februari 2026 | 03:01

Ubunubunomologi

Kamis, 26 Februari 2026 | 02:34

MBG Sah Pakai Anggaran Pendidikan

Kamis, 26 Februari 2026 | 02:11

Golkar Dukung Impor 105 Ribu Mobil India Ditunda

Kamis, 26 Februari 2026 | 02:00

Arief Poyuono: Megawati Dukung Program MBG

Kamis, 26 Februari 2026 | 01:25

Aksi Anarkis Mahasiswa di Polda DIY Ancam Demokrasi

Kamis, 26 Februari 2026 | 01:23

Selengkapnya