Berita

Ketua Umum Rampai Nusantara, Mardiansyah

Politik

Ajak Makan Siang 3 Bacapres, Netralitas Jokowi Terjamin

SELASA, 31 OKTOBER 2023 | 01:37 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Presiden Joko Widodo (Jokowi) siang tadi  mengajak tiga bakal calon presiden makan siang bersama di Istana. Upaya Jokowi dalam mendinginkan suasana itu mendapat banyak apresiasi dari berbagai kalangan.

Ketua Umum Rampai Nusantara, Mardiansyah, menilai Jokowi telah memberikan contoh yang sangat baik bagi masyarakat untuk tetap teduh dan bersatu menjelang pesta demokrasi pada 2024 nanti.

"Makan siang bersama itu penuh keakraban, membawa pesan tersendiri bagi masyarakat agar pemilu yang akan datang berjalan dengan baik, saling menghormati dan menjaga ketentraman bersama,” ungkap Semar akrab disapa dalam keterangannya, Senin malam (30/10).


“Harusnya ini juga diikuti oleh elite partai, para pendukung termasuk juga pengamat politik untuk berhenti membangun narasi yang dapat membangkitkan rasa kebencian dan saling memusuhi sesama anak bangsa," tambahnya.

Lebih lanjut, Semar menyampaikan Presiden Jokowi juga membawa pesan bahwa negara menjamin netralitas dalam pemilu mendatang.

"Sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan presiden menunjukan bahwa pemerintah berdiri untuk kepentingan bangsa dan tidak memihak calon tertentu. Itu sangat baik bagi perkembangan demokrasi kita tentunya," ungkap dia.

Lanjut Semar, Rampai Nusantara tentu juga mendorong semangat yang sama dengan Presiden Jokowi bahwa pemilu harus berjalan dengan damai dan penuh kegembiraan.

"Bagi kami Rampai Nusantara, janganlah kita seringkali berprasangka buruk penuh kecurigaan terhadap Jokowi yang itu hanya memunculkan rasa saling menghujat dan membenci,” imbuhnya.

“Dan yang menjadi ukuran keberhasilan dalam ajang pemilu dapat dinilai dari terselenggaranya dengan baik, tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat dan dapat dinikmati pesta demokrasi ini dengan penuh sukacita juga riang gembira," pungkas Semar yang juga aktivis 98 tersebut.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya