Berita

Bakal cawapres Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Muhaimin Iskandar/RMOL

Politik

Soroti Judi Online, Cak Imin: Tak Ada yang Bisa Nolong Kecuali Pemerintah

JUMAT, 27 OKTOBER 2023 | 04:20 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Permasalahan judi online yang banyak menjerat masyarakat menjadi keprihatinan tersendiri bagi bakal calon wakil presiden (bacawapres), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Terlebih sudah sangat banyak masyarakat yang terjebak dan kecanduan judi online.

"Keprihatinan kita kepada judi online ini sampai kepada level kita ketemu korbannya setiap hari, kanan, kiri, samping, semua korban judi online atau pinjaman online. Itu pengaduan kepada saya dan fakta-faktanya sudah sangat memprihatinkan," kata Cak Imin usai menghadiri acara Pameran dan Orasi Kebudayaan di Tugu Kunstring, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (26/10).

"Bahkan sampai ada yang sudah mencuri barang orang lain gara-gara terlibat judi online, kayak kecanduan," imbuhnya.


Karena itu, menurut Cak Imin, Negara harus turun tangan membantu masyarakat, terutama mereka yang sudah kecanduan judi online.

"Jebakan-jebakan judi online itu menyandu semua level masyarakat. Dan semua korban juga menyesal, tapi enggak bisa menghindar dari jeratan candu itu," sebutnya.

"Karena itu tidak ada yang bisa nolong kecuali pemerintah, enggak ada yang bisa nolong kecuali negara, tidak ada yang bisa nolong. Bapaknya, ibunya, tetangganya, enggak ada yang bisa nolong judi online atau pinjaman online. Saya kira negara harus turun tangan. Kalau nanti kita menang akan kita prioritaskan," tuturnya.

Selain itu, Cak Imin meminta ketegasan Polri hingga Kominfo dalam memberantas judi online hingga tuntas.

"Tapi kalau bisa sekarang juga harus ditindak deh. Saya minta ketegasan Polri, ketegasan Menkominfo, ini benar-benar sudah merisaukan kanan kiri, tetangga semua menjadi korban," tutupnya.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya