Berita

Cawapres Gibran Rakabuming Raka bersama capres Prabowo Subianto menuju KPU RI/Ist

Publika

Gibran, Batu Permata atau Batu Sandungan?

OLEH: ADIAN RADIATUS
KAMIS, 26 OKTOBER 2023 | 14:54 WIB

MESKI belum bisa disebut antiklimaks, tetapi munculnya nama putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres Prabowo Subianto telah membuat gempar setengah publik pemerhati dunia perpolitikan negeri ini. Setengahnya lagi seperti masuk dalam medan gamang di pikiran dan hati.

Jungkir balik tak hanya terkait pola nalar akal sehat terkait risiko atas kepemimpinan kenegaraan dan kebangsaan ke depannya. Tetapi juga munculnya perseteruan tingkat tinggi. Bahkan akan amat sangat tinggi, di antara  PDIP dan partai-partai pendukung Prabowo-Gibran.

Namun masalah sentral sesungguhnya adalah penunjukan dan pengangkatan Gibran sebagai cawapres di tengah banyaknya kandidat potensial dan lebih senioritas secara usia maupun pengalaman. Sangat menarik ketika sesuatu yang di luar kelaziman, bahkan di dunia politik, sekalipun tiba-tiba muncul ke permukaan level tertinggi kepemimpinan nasional meskipun masih merupakan kandidat.


Apa ada yang salah dengan Gibran sendiri. Atau apakah ini termasuk "dirty conspiracy" para petinggi elite yang sebenarnya sudah muak juga dengan situasi saling 'sandera' tak berujung yang titik akhirnya oleh kekuasaan di belakang Jokowi, karena acapkali disebut sebagai petugas partainya?

Lantas meskipun secara eksplisit Jokowi selalu mengelak dikait-kaitkan dengan langkah-langkah politik kedua anaknya itu, tetap saja publik dan elite politik tak serta merta mempercayainya. Bahkan jelas menolak alibi semacam itu.

Jokowi pasti mempunyai andil besar. Namun siapa think tank di belakangnya. Atau apakah Gerindra sendiri juga turut memberi 'asumsi- asumsi' kepada para partai koalisi tentang pengangkatan Gibran ini. Tentu saja ini adalah hasil olahan secara 'off the record' top level elite partai-partai tersebut.

Bagaimanapun proses yang berlangsung bak kilat petir di siang bolong itu telah menorehkan munculnya sosok anak muda yang kebetulan anaknya presiden dan tengah berkuasa dan kebetulan juga anak Solo. Salah satu kota bersejarah dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia ini.

Penggunaan jalur konstitusi sudah berlangsung. Pahit atau manis baru akan diketahui dikemudian hari. Tak perlu ditangisi atau memburu kemarahan yang tak mampu pula menjawab jalan penyelesaiannya.

"Cara yang salah tak selalu menghasilkan karya yang buruk," kata sebuah ungkapan terkait sebuah kecurangan di salah satu kisah kerajaan masa lampau.

Maka pertanyaannya adalah, apakah Gibran ini sesungguhnya batu permata bagi Indonesia kelak melalui tangan-tangan elite di tengah situasi "terjepit. Ataukah malah akan jadi batu sandungan di tengah semua upaya menyelamatkan kondisi bangsa dan negara ini dari cengkraman para penjahat hitam yang tak tersentuh hingga saat ini?

Penulis adalah pemerhati sosial politik

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Ketum PDIP Tinjau Kantor Baru Megawati Institute

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:14

Polisi Bongkar Jaringan Senpi Ilegal Dipakai Begal, Dijual di Facebook Hingga Tokopedia

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:09

Bupati Sudewo dan Tiga Kades Kajen Resmi Ditahan, Digiring ke Rutan Pakai Rompi Oranye

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:53

Wapres Gibran Blusukan ke Pasar Borong Daun Bawang

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:48

Istana Rayakan Prestasi Timnas Maroko sebagai Runner-Up Piala Afrika 2025

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:32

Polisi Sudah Periksa 10 Saksi dan Ahli Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:29

Komisi II Hanya Fokus Revisi UU Pemilu, Bukan Pilkada

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:22

Thomas Djiwandono Mundur dari Gerindra Usai Dicalonkan Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:10

Bupati Pati Sudewo dan Tiga Kades Patok Harga hingga Rp225 Juta per Jabatan Perangkat Desa

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:00

Daftar 28 Perusahaan Sumatera yang Izinnya Dicabut Prabowo

Selasa, 20 Januari 2026 | 20:56

Selengkapnya