Berita

Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin/Ist

Politik

Anggaran Defisit, Pj Gubernur Sulsel: Saya Nakhoda, Kapal Ini Mau Tenggelam

SENIN, 16 OKTOBER 2023 | 06:22 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Bahtiar Bahruddin melontarkan sindiran keras kepada mantan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman yang dinilai meninggalkan banyak beban utang bagi kepemimpinan saat ini.

Dirjen Polpum Kemendagri itu bahkan mengatakan bahwa Sulsel kini telah bangkrut.

Bukan tanpa alasan, Bahtiar menyebut Sulsel bangkrut lantaran defisit anggaran mencapai angka yang cukup fantastis yakni Rp1,5 triliun. Hal itu pun menjadi masalah besar yang harus dihadapi sebagai Penjabat Gubernur Sulsel.


"Ada Rp1,5 triliun defisit anggaran, daerah ini bangkrut. Jadi, ibarat kapal, saya nakhoda dan ini kapal mau tenggelam," kata Bahtiar dikutip Kantor Berita RMOLSulsel, Senin (16/10).

Lebih jauh, Bahtiar menjelaskan bahwa penyebab defisit itu berasal dari seluruh dipangkasnya kegiatan di Pemprov Sulsel yang direncanakan di anggaran perubahan 2023, bahkan ditahan hingga Desember mendatang.

"Kegiatan kita rancang di APBD perubahan 2023, kita puasa sampai Desember. Angka Rp10,3 triliun itu angka fiktif, uangnya tidak ada. Ini yang saya sampaikan ke Kementerian Dalam Negeri," terangnya.

Di samping itu, pemerintah daerah juga tentunya akan terus menjaga iklim investasi dan mendorong kemajuan dunia usaha domestik. Terkait arsitektur pendapatan tersebut, maka Pendapatan Daerah pada Tahun Anggaran 2024 diproyeksikan sebesar Rp10,466 Triliun, meningkat 3,29 persen.

"Jika dibandingkan dengan target pendapatan Tahun 2023 sebesar Rp10,133 triliun, yang terdiri dari Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp6,13 triliun atau meningkat sebesar Rp335,78 miliar lebih, Target Pendapatan Transfer sebesar Rp4,32 triliun lebih atau menurun," pungkas Bahtiar.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta, Ini Kata Ketua DPR

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:23

KPK Panggil Lima Pejabat BPK Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:16

Saham BUMI Menguat 6 Persen pada Sesi I, Bukukan Transaksi Rp727,5 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15

Pengisian Jabatan di Kemenag Dituntut Adil dan sesuai Meritokrasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:08

Bisa Jadi Ada Aparat Lain Seperti Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:06

Sekolah Negeri Sepi Peminat Harus Jadi Perhatian

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:05

Mereduksi Bobot Kekuasaan Gibran Lewat Pergeseran Posisi Duduk Wapres

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:04

Sepak Bola Berbasis Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50

DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:39

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan dalam Pemungutan Pajak Berpeluang Gerus Kepercayaan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:38

Selengkapnya