Berita

Bola api meletus di Gaza/Net

Bisnis

Terpengaruh Konflik Israel-Hamas, Harga Minyak Dunia Diperkirakan Naik

SELASA, 10 OKTOBER 2023 | 08:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Para ahli memperkirakan bahwa konflik baru antara Israel dan Gaza kemungkinan akan ikut mempengaruhi harga minyak dunia di tengah ketatnya pasar minyak mentah saat ini.

Harga minyak dilaporkan melonjak sebanyak lima persen pada Senin (9/10), tepat setelah kelompok Hamas yang berkuasa di Jalur Gaza melancarkan serangan militer terhadap Israel, yang terbesar dalam beberapa dekade pada Sabtu (7/10).

“Premi risiko geopolitik cenderung memudar dengan cepat jika pasokan minyak tidak terpengaruh,” kata Giovanni Staunovo, ahli strategi di UBS, seperti dikutip dari The National.


“Jadi, pelaku pasar kemungkinan akan memantau dengan cermat tindakan Hizbullah yang berbasis di Lebanon, serta setiap peningkatan respons politik Israel," ujarnya.

Ia mengatakan, pedagang minyak juga cenderung memperhatikan apakah pemerintah AS akan menerapkan sanksi yang lebih kuat terhadap ekspor minyak mentah Iran.

"Risiko terseretnya Teheran ke dalam konflik telah meningkat," katanya.

Sebelumnya terdapat laporan mengenai keterlibatan Iran dalam serangan mendadak Hamas, meskipun Teheran membantahnya. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken juga mengatakan tidak ada bukti yang menghubungkan Teheran dengan serangan itu.

Produksi Iran telah pulih ke level tertinggi dalam lima tahun terakhir yaitu 3,1 juta barel per hari dalam beberapa bulan terakhir, meskipun ada sanksi saat ini.

“Saat ini, tidak ada ancaman langsung terhadap pasokan minyak namun pasar sedang khawatir,” kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank.

“Seringkali, sentimen dan kekhawatiran pasar dapat memberikan pengaruh yang lebih besar dibandingkan faktor fundamental yang sebenarnya," katanya.

Badan Energi Internasional memperkirakan pasar minyak akan mencatat defisit besar pada kuartal keempat tahun ini, terutama karena pengurangan pasokan OPEC.

Pekan lalu, Arab Saudi dan Rusia menegaskan kembali pengurangan pasokan kolektif mereka sebesar 1,3 juta barel per hari hingga akhir tahun.

Goldman Sachs telah mempertahankan perkiraan harga minyak sebesar 100 dolar AS per barel pada Juni 2024 dan memperkirakan Arab Saudi akan mengurangi pengurangan produksi sukarela sebesar 1 juta barel per hari secara bertahap pada kuartal pertama tahun 2025.

UBS memperkirakan minyak mentah Brent akan kembali ke kisaran 90-100 dolar AS per barel di pasar yang kekurangan pasokan.

Pekan lalu, harga minyak mencatat penurunan mingguan terbesar sejak Maret di tengah kekhawatiran permintaan.

Brent turun sekitar 11 persen sementara WTI mencatat penurunan lebih dari 8 persen, di tengah kekhawatiran pasar bahwa suku bunga yang tinggi akan memperlambat pertumbuhan ekonomi global.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya