Berita

Silaturahmi GAMKI dengan Buya Syakur di Indramayu/Ist

Politik

Sowan ke Buya Syakur, GAMKI Jalin Silaturahmi Wujudkan Pemilu Damai

SENIN, 09 OKTOBER 2023 | 22:41 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) mengajak partai politik dan para calon presiden untuk menjalankan politik kegembiraan jelang Pemilu 2024.

Ajakan itu disertai dengan kunjungan Silaturahmi Kebangsaan ke tokoh-tokoh lintas agama.


Beberapa waktu lalu, GAMKI mendatangi Pondok Pesantren Cadangpinggan di Indramayu dan bertemu dengan Prof. Dr. KH. Abdul Syakur Yasin, MA yang akrab disapa Buya Syakur.

Beberapa waktu lalu, GAMKI mendatangi Pondok Pesantren Cadangpinggan di Indramayu dan bertemu dengan Prof. Dr. KH. Abdul Syakur Yasin, MA yang akrab disapa Buya Syakur.
Buya Syakur sebagai pendiri dan pengasuh Ponpes Cadangpinggan menyampaikan pandangan mengenai Indonesia yang seringkali terjebak dengan isu intoleransi.

“Indonesia tercipta juga atas kerja dan keringat kalian yang sering disebut minoritas. Oleh karena itu jangan kalian malu atau takut untuk beribadah dan menjalankan keyakinan beragama,” ucap Buya Syakur dalam keterangannya, Senin (9/10).

Buya Syakur yang pernah menjadi Ketua PPI Kairo, menekankan bahwa keberagaman akan menjadi indah bila satu dengan yang lain tidak saling mendominasi serta mewajarkan istilah mayoritas dan minoritas.

“Saya berharap anak muda selalu bersatu, bekerja sama lintas agama sehingga bisa mewujudkan Indonesia Emas 2045,” kata Buya Syakur.

Buya menyampaikan bahwa Indonesia terbentuk sebagai sebuah mukjizat yang diberikan Tuhan dengan aneka ragam budaya, bahasa, agama, suku.

“Manusia mungkin tidak menyembah berhala, namun sikap dan perilaku manusia itu yang sering melakukan penghakiman terhadap seorang atau kelompok dengan mengatakan yang berbeda dengan mereka akan masuk neraka. Yang menjadi berhala bukan agama tetapi diri sendiri,” ungkapnya.

Dia meminta komitmen para pemuda untuk menjaga negara Indonesia tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, dan lain-lain.

“Jangan mudah terprovokasi oleh oknum-oknum tertentu. Tidak ada warga negara kelas dua dan kelas tiga di Indonesia. Semua setara di negeri kita,” jelasnya.

Karena itu, Buya meminta agar calon pemimpin pada Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden dilihat dari gagasan, kapasitas, rekam jejak dan program kerja. “Bukan berdasarkan politik identitas atas kesamaan suku, agama, dan ras,” tegasnya.

Pada momen Silaturahmi Kebangsaan yang dilakukan GAMKI, Buya Syakur juga melakukan talkshow bersama Ketua Umum GAMKI Sahat Sinurat dan Ketua Umum DPP Forum Komunikasi Santri Indonesia (FOKSI) Muhammad Natsir Sahib, yang berbicara banyak mengenai pemuda dan persatuan.


“Kunjungan ke pondok pesantren bukan hal baru bagi saya, hal ini saya lakukan saat menjadi Ketua Umum GMKI tahun 2017 lalu, safari ke beberapa pondok pesantren di Jawa Timur di antaranya, Ponpes Lirboyo di Kediri dan Ponpes Tebuireng di Jombang,” kata Sahat.

Kunjungan GAMKI kali ini diharapkan menjadi gerakan awal untuk mendinginkan dan menyejukkan suasana menjelang Pemilu 2024, seperti yang dipesankan Presiden Joko Widodo pada momen Pengukuhan dan Pembukaan Rakernas GAMKI di Medan bulan Agustus lalu.

“Semoga pintu Ponpes Cadangpinggan tetap terbuka bagi kami, sehingga di waktu selanjutnya, teman-teman GAMKI sebagai pemuda Kristen dapat datang dan menjadi santrinya Buya Syakur sehingga bisa belajar tentang indahnya keberagaman dan saling mengenal satu dengan yang lain,” ungkap Sahat disambut tawa Buya Syakur dan para peserta lainnya.

Sahat Sinurat menyampaikan harapan agar Pemilu tahun depan dapat berjalan damai.

“Siapapun pemimpin yang terpilih adalah pemimpin seluruh rakyat Indonesia yang harus kita dukung dan hormati bersama,” ujarnya.

“Pemuda lintas agama harus menjadi agen pembawa damai yang bisa mendinginkan dan menyejukkan suasana jelang pemilu, jangan malah memanaskan dan memperkeruh situasi. Dengan demikian, melalui Pemilu yang gembira, kita berharap bisa terpilih pemimpin yang mau mendengar aspirasi rakyat dan siap berjuang untuk rakyat,” urai Sahat.

Selain bertemu Buya Syakur, GAMKI juga diajak melihat komplek Ponpes Cadangpinggan, bertemu dengan para santri dan bertukar pikiran tentang bagaimana santri-santri muda di sana bisa mengembangkan potensi dan bakatnya di era modern.

“Kami melihat mereka bukan lagi sebagai santri tradisional, tapi bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman. Melalui pendidikan dengan pendekatan modern seperti pemanfaatan teknologi digital, entrepreneur, otomotif, dan bidang-bidang lain yang bermanfaat di lapangan kerja seusai menempuh pendidikan di ponpes,” pungkas Sahat.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya