Berita

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto/Net

Politik

Di Hadapan Orang Pintar, Prabowo Beberkan Alasan Gabung dengan Jokowi Usai Pemilu 2019

SABTU, 30 SEPTEMBER 2023 | 21:54 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Keputusan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bergabung dalam kabinet pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo dinilai tepat, sekalipun keduanya menjadi saingan dalam Pemilu 2019.

Meski di sisi lain, Prabowo mengakui secara sadar ada banyak pihak juga yang tidak suka dan kecewa atas keputusan tersebut.

Kisah itu disampaikan Prabowo, saat menjadi pembicara dalam acara Seminar Nasional Kebangsaan Bersama 1000 Guru, Rektor dan Cendekiawan, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan pada Sabtu (30/9).


"Saya mengerti banyak pendukung saya kecewa dengan saya. Saya mengerti, banyak yang tidak mau saya bergabung dengan Pak Jokowi, saya mengerti. Hanya itu," ujar Prabowo.

Prabowo pun menyampaikan alasannya mengapa akhirnya bergabung dengan pemerintahan Jokowi. Katanya, keputusan itu didasari keinginan untuk menyatukan dari pembelahan di masyarakat.

"Dari dulu kita selalu diadu domba, dari waktu tahun 2019 Pak Jokowi tergerak hatinya dan saya tergerak hatinya, kita tidak mau diadu domba karena Pak Jokowi itu orang Indonesia," kata Prabowo.

Bahkan, Prabowo memandang sosok Jokowi merupakan tokoh yang memiliki kecintaan terhadap Republik Indonesia. Dengan alasan itu, dia bersikukuh tidak ingin diadu domba.

"Hati saya, insting saya mengatakan Pak Jokowi waktu itu orang Merah Putih, kenapa saya harus diadu domba dengan orang yang sama-sama cinta Indonesia?" tegas Prabowo.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Polri Didorong Selidiki PKS yang Membeli TBS di Bawah Harga Resmi

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:23

Kapolri Ngaku Belum Baca Rinci UU Polri yang Baru Disahkan

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:17

Pemerintah Ungkap Alasan Kenaikan Batas Usia Pensiun Anggota Polri

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:14

Rel Pertama, Palang Terakhir

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:09

KPK Temukan Indikasi TPPU dalam Kasus Silmy Karim

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:02

Paripurna DPR Sahkan RUU Polri jadi UU

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:41

Dewan Kesejahteraan Buruh Batal Dibentuk, Ini Penjelasan Mensesneg

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:37

Ada Tiga Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:24

Pertanyakan Laporan Keuangan Danantara, FPHI Bersurat ke Presiden Prabowo

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:17

Emas Antam Merosot Rp10.000, Turun ke Level Rp2,73 Juta per Gram

Selasa, 09 Juni 2026 | 10:58

Selengkapnya