Berita

Presiden KPI Pitra Romadoni Nasution/Ist

Politik

Pulau Rempang Bergolak, KPI: Ini Bentuk Arogansi Pemerintah

SABTU, 09 SEPTEMBER 2023 | 16:25 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Buntut adanya penggusuran paksa terhadap kelompok masyarakat adat Kampung Melayu Tua, kondisi Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau memanas.

Kongres Pemuda Indonesia (KPI) menyayangkan sikap pemerintah yang tidak bisa menyelesaikan kasus pengosongan lahan tersebut secara humanis dengan masyarakat, sehingga berujung terjadinya kericuhan dengan aparat keamanan.

Presiden KPI Pitra Romadoni Nasution mengatakan, semestinya pemerintah dan BP Batam melakukan komunikasi yang intensif dengan warga dan mendengarkan berbagai aspek aspirasi yang disampaikan masyarakat kepada pemerintah.


"KPI menilai tindakan represif yang terjadi di Pulau Rempang adalah bentuk arogansi pemerintah yang ingin menunjukkan kekuatannya kepada masyarakat, sehingga mendapat perlawanan dari warga yang mempertahankan haknya," kata Pitra dalam keterangannya, Sabtu (9/9).

Pitra berpendapat, peristiwa kerusuhan tersebut adalah bentuk buruknya komunikasi pemerintah dengan masyarakat karena kurang mendengarkan aspirasi dari masyarakat.

"Sehingga wajar masyarakat mempertahankan tanah leluhurnya," tambahnya.

KPI meminta agar pemerintah menghentikan segala upaya tindakan represif kepada masyarakat di Pulau Rempang karena tindakan tersebut sangat melukai hati masyarakat.

"KPI yakin dan percaya bahwa masyarakat Rempang tidak menolak investasi dan mendukung program pemerintah sepanjang tidak merugikan masyarakat," ungkapnya.

"Pemerintah harus mencari jalan tengah, memenuhi tuntutan masyarakat, dan jika ada relokasi harus dipastikan masyarakat mendapatkan kompensasi yang layak serta memprioritaskan mata pencaharian mereka setelah direlokasi," jelas dia.

Atas tindakan represif tersebut, KPI mengutuk segala tindakan kekerasan dalam bentuk apapun, apalagi membuat anak-anak sekolah panik dan meminta Kapolri serta Panglima TNI segera menarik personelnya dari Pulau Rempang.

"Segera hentikan tindakan represif dan pemerintah harus bangun komunikasi yang intensif agar masyarakat Rempang tidak merasa dirugikan oleh investasi tersebut," imbuhnya.

Pitra mendorong pemerintah tidak boleh memaksakan kehendaknya dengan menurunkan aparat untuk melukai hati rakyat.

"Karena hal tersebut sangat bertentangan dengan sila kelima Pancasila dan kurang mengedepankan kebijaksanaan dalam permusyawaratan sebagaimana tertuang dalam sila keempat Pancasila," demikian Pitra.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya