Berita

Cuplikan video PM Narendra Modi berpidato di KTT G20/Net

Dunia

PM Modi Memulai Pidato Pembukaan G20 dengan Ucapan Duka Cita untuk Maroko

SABTU, 09 SEPTEMBER 2023 | 13:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

India turut berduka cita atas bencana gempa yang mengguncang Maroko pada Jumat malam (8/9).

Saat memulai pidatonya di pembukaan KTT G20, Sabtu (9/9), Perdana Menteri Narendra Modi menyampaikan kesedihan dan ucapan duka cita.

"Sebelum kita memulai proses G20, saya ingin menyampaikan belasungkawa atas hilangnya nyawa akibat gempa bumi di Maroko. Kami berdoa agar semua korban luka segera pulih," katanya seperti dikutip dari Hindustan Times.


“Seluruh dunia bersama Maroko di saat-saat duka ini. India siap menawarkan semua bantuan yang mungkin kepada Maroko di masa sulit ini,” lanjutnya.

Gempa bumi terjadi di pegunungan Atlas, Maroko, dengan kekuatan 6,8 SR, telah menewaskan hampir 300 orang dan 150 luka-luka.

Gempa juga gedung-gedung dan membuat orang berlarian untuk menyelamatkan diri pada Jumat malam sekitar pukul 23.11 waktu setempat.

Penduduk Marrakesh, kota besar terdekat dari pusat gempa, mengatakan beberapa bangunan kuno telah runtuh di kota tua, sebuah situs warisan dunia UNESCO.

Masjid Kutubiyya yang bersejarah di Marrakesh juga mengalami kerusakan parah.

Aliran listrik sempat padam beberapa menit, tetapi kemudian sebagian wilayah normal kembali.

KTT G20 akan berlangsung selama dua hari yang dimulai pada Sabtu hari ini di New delhi.

G20 kali ini bertema "Satu Bumi, Satu Keluarga, Satu Masa Depan."

Para pemimpin KTT G20 akan bertukar pandangan dalam tiga sesi, dengan harapan mencapai kemajuan dalam perdagangan, iklim, dan masalah global lainnya.

Selain Modi, Kanselir Jerman Olaf Scholz juga telah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban gempa "dahsyat" Maroko.
"Simpati kami ditujukan kepada semua orang yang terkena dampak bencana alam ini," tulis Scholz, yang juga datang menghadiri KTT G20 di India.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 Digelar di JCC, Dorong UMKM Naik Kelas

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:25

Jaksa Agung Rotasi 29 Jaksa Termasuk Dirdik Jampidsus

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:05

Bawaslu Mulai Susun Indeks Kerawanan Pemilu 2029

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:00

Refly Harun Kawal Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:45

Max Blumenthal Soroti Ancaman Kebebasan Pers akibat Kemitraan AS-Israel

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:43

OPM Pimpinan Kopitua Heluka Diduga Dalang Pembunuhan Tiga Warga Sipil di Yahukimo

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:39

Pemuda Jabar Peduli Gelar Santunan untuk Korban Pesta Rakyat Garut

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:36

Gus Yahya Siap Bertarung Lagi Pertahankan Kursi Ketum PBNU

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:32

Pakta Integritas Perempuan Bangsa Wujud Totalitas Besarkan PKB

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:30

Wakapolri Ingatkan Perwira Remaja: Satu Tindakan Menyimpang Rusak Kepercayaan Polri

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:21

Selengkapnya