Berita

Pengisian bensin di SPBU/Net

Publika

Kenaikan Harga BBM, Refleksi Kebijakan dan Dampak Terhadap Ekonomi yang Sedang Pulih

SELASA, 05 SEPTEMBER 2023 | 07:26 WIB | OLEH: ACHMAD NUR HIDAYAT

TANGGAL 1 September 2023 akan dikenang sebagai hari ketika PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidinya di SPBU.

Kenaikan harga ini mencakup empat jenis BBM utama: Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan yang paling populer, Pertamax.

Misalnya, di DKI Jakarta, harga BBM Pertamax meningkat dari Rp 12.400 per liter menjadi Rp 13.300 per liter. Demikian juga dengan BBM lainnya yang mengalami kenaikan serupa.


Kenaikan harga ini adalah refleksi dari implementasi Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 yang memodifikasi formula harga dasar BBM. Ini diterapkan berdasarkan rata-rata MOPS (Means of Platts Singapore) selama periode 25 Juli hingga 24 Agustus 2023.

Meskipun Pertamina menjelaskan bahwa harga BBM mereka masih kompetitif dibandingkan dengan SPBU swasta lainnya, pertanyaannya tetap: Bagaimana dampak kenaikan ini bagi masyarakat?

Dalam pandangan ekonomi makro, kenaikan harga BBM sering kali memicu inflasi. Efek domino dari kenaikan harga ini meluas ke seluruh sektor perekonomian, mulai dari transportasi, logistik, hingga harga pangan.

Dengan kondisi Indeks Kepercayaan Industri (IKI) dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang telah menunjukkan tren penurunan, kenaikan harga BBM ini bisa menjadi pukulan berat bagi daya beli masyarakat.

Pemerintah tentu mempunyai alasan untuk menaikkan harga BBM, terutama dengan perubahan formula harga dasar. Namun, dalam konteks perekonomian yang sedang pulih dan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan hanya 4,7 persen tahun ini oleh OECD, kenaikan harga BBM menimbulkan pertanyaan: Apakah ini waktu yang tepat?

Saatnya pemerintah mempertimbangkan dampak jangka panjang dari kebijakan seperti ini. Di satu sisi, kebijakan ini mungkin diterapkan untuk menstabilkan keuangan Pertamina dan menyinkronkan dengan harga global.

Namun, di sisi lain, masyarakat kecil yang bergantung pada BBM untuk aktivitas sehari-hari mereka akan merasakan beban tambahan.

Pemerintah harus menyadari bahwa kenaikan harga BBM tidak hanya berdampak pada biaya transportasi langsung, tetapi juga pada biaya hidup masyarakat secara keseluruhan.

Dalam jangka panjang, kenaikan ini bisa menurunkan konsumsi masyarakat, yang pada akhirnya akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Sebagai negara demokrasi, kebijakan publik harus mencerminkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Dalam kasus ini, transparansi dan komunikasi yang baik dengan masyarakat sangat penting.

Masyarakat berhak tahu mengapa kebijakan ini diambil dan bagaimana dampaknya bagi mereka.

Akhir kata, kenaikan harga BBM oleh Pertamina adalah ujian bagi pemerintah kita. Harus dipertimbangkan apakah kebijakan ini benar-benar memberikan manfaat untuk seluruh lapisan masyarakat atau hanya menguntungkan segelintir orang.

Sebagai negara dengan sumber daya alam yang melimpah, pemanfaatan yang bijaksana adalah kunci untuk kesejahteraan rakyat.

Penulis adalah ekonom, yang juga pakar kebijakan publik UPNVJ dan CEO Narasi Institute

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya