Berita

Bakal Capres Anies Baswedan/Ist

Politik

Hasil Survei, Ternyata Anies Lebih Nasionalis Ketimbang Prabowo dan Ganjar

MINGGU, 03 SEPTEMBER 2023 | 02:34 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pemahaman masyarakat Indonesia tentang arti nasionalisme relatif beragam. Hal itu tergambar dari hasil survei lembaga kajian Center for Indonesian Reform (CIR) tentang “Persepsi Warga tentang Nasionalisme dan Pengaruhnya terhadap Parpol dan Tokoh Nasional”.

Survei yang dilakukan pada 15-22 Agustus 2023 kepada 1.250 responden ini menggunakan metode multistage random sampling berdasarkan data pemilih sementara (DPS) pemilu 2024. Survei bertujuan mengetahui persepsi masyarakat tentang nasionalisme, partai dan tokoh politik yang dianggap memiliki sikap nasionalisme, serta tingkat dukungan masyarakat terhadap partai dan tokoh yang dianggap nasionalis.

Temuan survei menunjukkan 30 persen (375 responden) memaknai nasionalisme sebagai rasa cinta kepada Tanah Air, 24,9 persen (312 responden) sebagai semangat bela negara dari serangan asing, lalu 19,6 persen (245 responden) sebagai upaya mengembangkan rasa persatuan meski berbeda suku, agama dan budaya, dan 10 persen (125 responden) memaknai sebagai rasa bangga sebagai warga negara Indonesia.


Sedangkan sisanya; 5,1 persen (63 responden) menganggap sebagai rasa merdeka dan bebas dari berbagai tekanan, 4,9 persen (62 responden) mengartikan sebagai rasa percaya/setia kepada ideologi nasional, dan sisanya 5,5 persen (68 responden) mengartikan pemahamannya yang lebih beragam.

Berdasarkan pandangan tersebut masyarakat menilai bahwa partai politik yang nasionalis adalah PDIP 15,9 persen (199 responden), PKS 15,2 persen (190 responden), Gerindra 14,1 persen (176 responden), Golkar 12,8 persen (161 responden), Demokrat 7,8 persen (99 responden), PKB 5,1 persen (63 responden), Nasdem 4,9 persen (62 responden), PAN 4,9 persen (61 responden), PPP 4,1 persen (51 responden). Selebihnya 5,1 persen (63 responden) menganggap saat ini tidak ada partai yang nasionalis dan sisanya 4,7 persen (59 responden) mengaku tidak tahu.   

“Dari persepsi tersebut kita paham mengapa masyarakat menganggap partai dan tokoh politik tertentu dianggap lebih nasionalis dari yang lain. Karena realitasnya masyarakat punya pemahaman yang beragam tentang nasionalisme. Bisa saja suatu partai dan tokoh politik dianggap nasionalis, sementara yang lainnya kurang nasionalis, meskipun dalam tingkat dan kadar yang berbeda-beda,” kata Direktur CIR, Mohammad Hidayaturrahman dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (2/9).

Yang mengejutkan adalah PKS yang selama ini dipersepsi mengusung identitas politik Islam ternyata dipandang lebih nasionalis daripada Gerindra atau Golkar.

Lebih lanjut Hidayat menjelaskan, ketika diajukan pertanyaan terbuka kepada Masyarakat: siapa tokoh yang dianggap paling nasionalis, hasilnya sangat beragam. Anies Baswedan dianggap nasionalis oleh 10,8 persen responden, Mahfud MD 8,8 persen, Ganjar Pranowo 6,9 persen, Prabowo Subianto 6,8 persen, Susi Pudjiastuti 6,4 persen, Hidayat Nurwahid 6,1 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 6,1 persen, Khofifah Indar Parawansa 5,2 persen, Puan Maharani 4,8 persen, Amien Rais 3,9 persen, Muhaimin Iskandar 3,2 persen, Ridwan Kamil 2,2 persen, Erick Thohir 2,2 persen, Airlangga Hartarto 1,9 persen, Sandiaga Uno 1,8 persen, Yenny Wahid 1,6 persen, Andika Perkasa 1,1 persen, Rizal Ramli 1,2 persen dan lainnya 9,2 persen.

“Ketika diajukan pertanyaan tertutup, di antara enam tokoh bakal capres dan cawapres, siapakan yang lebih nasionalis, maka responden menjawab: Anies Baswedan 20 persen, Ganjar Pranowo 16,4 persen, Prabowo Subianto 15,6 persen, Sandiaga Uno 7,1 persen, Erick Thohir 6,9 persen, Ridwan Kamil 4 persen, sisanya 20,4 persen menyatakan tidak ada dan 9,6 persen menjawab tidak tahu,” jelas Hidayat.

Masih berdasarkan hasil survei yang sama Hidayat menjelaskan bahwa nasionalisme partai dan citra nasionalis tokoh masih menjadi varian penting bagi masyarakat dalam menentukan pilihan politik. Sehingga wajar bila partai atau tokoh politik tertentu sangat gencar menampilkan citra nasionalismenya agar mendapat simpati dari masyarakat. Meskipun dalam praktik kebijakan politiknya jauh dari nilai-nilai nasionalisme. Karena bisa saja tokoh atau partai politik yang dianggap nasionalis ternyata juara korupsi dan sering membuat kebijakan yang merugikan masyarakat.

“Ini anomali sosial yang ada di masyarakat kita. Satu sisi bangga pada tokoh dan partai politik yang dianggap nasionalis, tapi di sisi lain mengabaikan kenyataan bahwa tokoh dan partai politik yang dianggap nasionalis itu justru juara korupsi,” sindir Hidayat.

Di samping isu nasionalisme, citra populis (dekat dengan rakyat atau membela kepentingan rakyat) juga sangat dieksploitasi oleh parpol dan politisi. Partai yang dipandang populis adalah PDIP (10,1), PKS (9,9), Golkar (8,1), Nasdem (7,9), PKB (7,1), Gerindra (6,9), Demokrat (6,9), PPP (4,1), PAN (4,1). Warga yang merasa tidak ada parpol populis (9,9) dan tidak tahu cukup besar (15,0).

Sikap parpol yang dipandang religius adalah PKS (14,8), PKB (10,1), Demokrat (9,1), Golkar (8,2), PPP (8,0), Gerindra (7,2), PDIP (7,2), Nasdem (7,1), PAN (5,2). Warga yang memandang tidak ada parpol religius (4,8) dan tidak tahu (5,2). Ini merupakan realitas afiliasi politik warga, namun sering disalahpahami sebagai politik identitas. Padahal, faktor pembentuk identitas bisa dari kesukuan atau kepentingan pragmatis, tidak hanya agama.

Parpol yang paling banyak terlibat kasus korupsi (koruptif) menurut warga: PDIP (19,9), Gerindra (18,9), Nasdem (9,1), Demokrat (6,9), PKB (6,1), PPP (6,1), Golkar (5,1), PAN (5,1), PKS (1,0). Sebaliknya, parpol yang dipandang bersikap konsisten dalam antikorupsi: PKS (14,6), PAN (6,2), PPP (5,7), Demokrat (5,2), Golkar (5,1), PKB (5,0), Nasdem (3,2), Gerindra (3,1), PDIP (3,0). Cukup banyak warga yang berpandangan tidak ada parpol yang konsisten dalam pemberantasan (19,8) dan tidak tahu (15,5).

Tokoh yang membela kepentingan rakyat (populis) menurut warga (dari 6 nama) adalah: Ganjar Pranowo (20,6), Anies Rasyid Baswedan (18,1), Sandiaga Salahuddin Uno (14,8), Prabowo Subianto (14,4), Ridwan Kamil (8,2), Erick Thohir (4,9), Tidak ada (10,2) dan tidak tahu (8,8). Sementara tokoh yang membela nilai agama (religius): Anies Rasyid Baswedan (24,9), Sandiaga Salahuddin Uno (15,1), Ridwan Kamil (14,9), Ganjar Pranowo (10,2), Erick Thohir (7,8), Prabowo Subianto (7,1), Tidak ada (9,9) dan tidak tahu (10,1).

Menurut warga, tokoh yang konsisten dalam komitmen antikorupsi ialah: Anies Rasyid Baswedan (16,2), Sandiaga Shalahuddin Uno (14,1), Ridwan Kamil (12,9), Ganjar Pranowo (9,6), Prabowo Subianto (8,4), Erick Thohir (3,8), Tidak ada (19,7) dan tidak tahu (15,3). Persepsi ini positif untuk menekan gejala politik uang dan mematangkan demokrasi di Indonesia. 

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya