Berita

Ketua harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco/RMOL

Politik

Bukan Perusak Kerukunan, Dasco: Pancasila Sudah Melekat pada Diri Prabowo

MINGGU, 27 AGUSTUS 2023 | 20:17 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pernyataan Wakil Ketua Pembina PSI Grace Natalie bahwa Prabowo Subianto menyesal mendapatkan dukungan dari kelompok intoleran dibantah keras oleh Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

Dasco mengatakan, pernyataan Grace Natalie tersebut sengaja diplintir untuk merusak citra Prabowo Subianto di mata publik. Padahal, Prabowo merupakan sosok yang menginginkan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Publik sudah cerdas, Pak Prabowo bukanlah figur yang suka merusak kerukunan,” kata Dasco kepada wartawan, Minggu (27/8).


Belakangan, kata Dasco, pernyataan Grace diviralkan dan dipakai kelompok tertentuk untuk membenturkan Prabowo dan kelompok Islam.

"Di media sosial , ada pihak yang berusaha memelintir pernyataan Grace Natalie bahwa Pak Prabowo telah kecewa terhadap umat Islam. Padahal, pernyataan Grace tidak seperti apa yang diviralkan. Tidak utuh," katanya.

Wakil Ketua DPR RI ini mengatakan, Prabowo menghormati seluruh lapisan masyarakat, lantaran nilai dan moral yang diajarkan Pancasila telah mendarahdaging di tubuhnya.

“Apapun agamanya, apapun sukunya dan apapun latar belakangnya. Nilai-nilai Pancasila sudah sangat melekat di dalam dirinya,” tutupnya.

Penyesalan Prabowo Subianto pernah dekat dengan kelompok Islam ini terungkap berawal dari video yang diunggah di kanal Youtube Total Politik, 13 Agustus 2023 lalu.

Dalam video tersebut terlihat Grace Natalie sedang menghadiri sebuah acara talkshow, dengan salah satu topik pembicaraannya adalah soal Prabowo Subianto.

Grace menyiratkan bahwa pernyataan Prabowo Subianto menyesal mendapatkan dukungan dari kelompok intoleran. Meskipun, tidak secara tegas mengungkapkan penyesalannya, namun Grace berkesimpulan Prabowo menyesali hal itu.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

Lima Destinasi Wisata di Bogor Bisa Jadi Alternatif Nikmati Libur Lebaran

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:02

Program Mudik Gratis Presisi 2026 Cermin Nyata Transformasi Polri

Rabu, 25 Maret 2026 | 05:51

Negara-negara Teluk Alergi Iran

Rabu, 25 Maret 2026 | 05:37

Jika Rakyat Tak Marah, Roy Suryo Cs sudah Lama Ditahan

Rabu, 25 Maret 2026 | 05:13

Gegara Yaqut, KPK Tak Tahan Digempur +62 Siang Malam

Rabu, 25 Maret 2026 | 04:23

Waspada Kemarau Panjang Landa Jawa Barat

Rabu, 25 Maret 2026 | 04:15

KPK Ikut Ganggu Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 04:01

Elektrifikasi Total

Rabu, 25 Maret 2026 | 03:37

Kasus Penahanan Yaqut Jadi Kemunduran Penegakan Hukum

Rabu, 25 Maret 2026 | 03:18

Selengkapnya