Berita

Anies Baswedan/Ist

Publika

Para Pendukung Anies sedang Digoda

OLEH: ALEX WIBISONO
SELASA, 15 AGUSTUS 2023 | 07:43 WIB

JORJORAN duit dari sebelah. Sembako berhamburan di banyak posko timses. Sekali lagi, timses. Bukan relawan. Timses itu ada gajinya. Ada upahnya. Bekerja dengan upah yang jelas. Sedang relawan itu rela berjuang. Rela berkorban. Modal semangat dan keikhlasan. Kagak ada gaji atau upah. Seringnya malah harus keluar dari kantong sendiri.

Anies Baswedan punya relawan. Calon lain punya timses. Emang sih, timses lebih kenceng kerjanya karena dipandu oleh orang-orang profesional. Punya data survei. Yang survei sekalian jadi konsultan politik dan pembuat opini. Buzzer juga. Logistiknya sangat memadai, malah berlebih.

Hampir setiap daerah ada posko sembako. Ada capres sedang berperan jadi semacam sinterklas. Bagi-bagi angpao dan sembako. Hanya jelang pemilu aja. Tidak di waktu lain. Pokoknya, kalau ada bagi-bagi sembako, tandanya pemilu sudah dekat. Tandai aja.


Masyarakat miskin yang jumlahnya sangat banyak itu menyerbu. Berebut sembako. Maklum, 9-10 persen penduduk Indonesia miskin. Pendapatan per hari di bawah Rp19 ribu.

Kalau mengacu Bank Dunia, penduduk berpenghasilan di bawah 1,9 dolar AS (sekitar Rp30 ribu) itu miskin. Jumlahnya bisa 40 persen dari total penduduk Indonesia. Mereka ditawari sembako, ya diserbu.

Sayangnya, mereka dibiarkan miskin. Jelang pemilu, ada bagi-bagi sembako. Buat cari suara. Selesai pemilu, kagak ada lagi bagi-bagi. Kagak ada lagi pos sembako. Sepi. Entar pemilu depannya lagi, ada lagi sembako. Sembako datang di musim beli suara. Normal kagak?

Sembako habis ludes semuanya. Timses gembira. Saking gembiranya, diceritakanlah ke medsos. Kagak malu-malu. Mereka pikir, masyarakat yang ambil sembako akan pilih capresnya. Belum tentu bro. Belum tentu. Rakyat tahu mana yang cocok jadi pemimpin. Mana yang hanya bisa bagi-bagi sembako.

Yang saya enggak habis pikir, dari mana duitnya ya? Para capres ini kan pejabat. Gajinya berapa? Tunjangannya berapa? Kok bisa setiap hari tebar sembako ya?

Jangan bilang itu hasil nyopet APBN ya. Curiga boleh, tapi nuduh, jangan bro. Anda bisa masuk penjara. Entar dilaporin ama timsesnya. Terserah uang dari mana, lu diem aja. Oligarki kek, tokek kek. Dari mana kek.

Sembako hanya buat beli suara milik rakyat kecil. Para tokoh berpengaruh, belinya kagak pakai sembako bro.  Para tokoh dibeli dengan uang. Dari ratusan juta sampai miliaran. Anda silahkan cek. Datang ke para agamawan. Tanya mereka berapa dikasih duit setiap kunjungan bakal capres. Tebel bro amplopnya.

Semua tokoh disasar. Termasuk para tokoh yang selama ini ngedukung Anies Baswedan. Dikasih ratusan juta. Udah dikasih. Ya diterima. Namanya juga dikasih, ya diterima dong.

Ada yang ditawarin mobil mewah, asal mau ngedukung capres mereka. Kira-kira, mobil mewahnya diterima kagak. Anda cek aja, siapa tokoh agama yang ganti mobil baru. Ganti mobil xxxxxx xxxxx. (Anda isi sendiri hurufnya bro. Gampang nebaknya). Cuma ngecek aja...boleh jadi mereka beli sendiri. Boleh jadi ada yang dibeliin. Nah, yang dibeliin ini dari siapa?

Ini bagus. Situasi yang sangat bagus untuk menyaring siapa pendukung Anies Baswedan yang punya integritas. Siapa yang kagak goyah iman. Siapa yang konsisten, siapa yang kagak.

Siapa yang mudah terima sogok, lalu pindah bakal capres. Siapa yang tetap mau berjuang dan punya keyakinan Anies Baswedan akan menang.

Semua tokoh sedang dioperasi. Kita akan lihat siapa aja yang mampu bertahan, dan siapa saja yang sudah hengkang. Ini akan jadi seleksi alam. Catat!

Penulis adalah pemerhati sosial politik

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya