Berita

Ratna Sarumpaet/RMOL

Politik

Ingatkan Ancaman Kedaulatan, Ratna Sarumpaet: Kembali ke UUD 1945 Asli Harga Mati

SELASA, 08 AGUSTUS 2023 | 18:18 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pengaruh China dikhawatirkan membahayakan kedaulatan negara, terlebih kehadiran tenaga kerja asing (TKA) dari China juga kian massif, jelas ancaman serius.

Menyikapi itu, untuk mempertahankan kedaulatan bangsa, rakyat harus melakukan "perlawanan".

Pernyataan itu disampaikan Koordinator Gerakan Selamatkan Indonesia, Ratna Sarumpaet, saat jumpa pers di kediamannya, Kampung Melayu Kecil V/24, Bukitduri, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (8/8).


“Cita-cita (China) mengambil alih negara ini sudah lama. Dan itu akan benar-benar terjadi kalau Indonesia tidak melakukan perlawanan,” tegasnya.

Pengaruh China, sambung dia, telah merongrong martabat Indonesia melalui ketergantungan dalam investasi dan kerja sama politik. Faktor utama yang paling mempengaruhi adalah amandemen UUD 1945 pada 2002.

“Kehancuran bangsa ini bermula dari penghianatan mendurhakai UUD 45 dan dilenyapkannya Pancasila dari Batang Tubuh UUD 45 asli. Keadaan makin buruk dengan lahirnya presiden produk dari “UU Durhaka (UUD)”. Dia seperti manusia yang tak mau tau aturan dan tanpa haluan. Ia membawa kapal besar bernama Indonesia sesuka hati, tidak peduli apa yang ia lakukan bisa menenggelamkan bangsa,” urainya.

Atas dasar itu, aktivis senior itu mendesak agar konstitusi negara dikembalikan ke bentuk aslinya, UUD 1945. Ia juga mengajak rakyat Indonesia bersatu mewujudkan tujuan itu.

“Sistem pemerintahan kita juga gak jalan, jadi rakyat harus bersatu, jangan terpancing adu domba. Setiap jengkal tanah untuk rakyat indonesia, jangan sibuk bertengkar dengan hal-hal emosional. Itu harga mati, mari kembali ke UUD 45,” tandasnya.

Berdasar data Kementerian Ketenagakerjaan jumlah TKA asal China yang bekerja di Indonesia sebanyak 42,82 ribu per Juni 2022, berarti mencapai 44,34 persen dari total TKA yang bekerja di Tanah Air.

Jumlah itu, kata Ratna lagi, merupakan yang terbesar dibanding TKA asal negara lain.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya