Berita

Dari kiri ke kanan: Joko Widodo, Wina Armada Sukardi, John Stuart Mill, Rocky Gerung/RMOL

Publika

Membaca John Stuart Mill dan Rocky Gerung

SELASA, 08 AGUSTUS 2023 | 11:08 WIB | OLEH: WINA ARMADA SUKARDI

DI tengah-tengah perdebatan tentang pernyataan Rocky Gerung yang dengan percaya diri tinggi menegaskan di depan ruang publik, “Presiden Jokowi  bajingan tolol”, saya Minggu (6/8/2023), di Toko Gramedia PIM 1, menemukan buku “Filsafat Kebebasan” karya John Stuart Mill, yang diterbitkan Penerbit Anak Hebat Indonesia, Jogjakarta, 2023.

Tanpa perlu lihat dan pikir panjang lagi,  buku setebal 204 halaman  ini langsung saya beli. Apalagi harganya masih “standar,” yaitu Rp 69.500.

Rocky Gerung dalam apologianya menyatakan, meski jelas-jelas menyebut “Presiden Jokowi,” yang berarti sudah melekat subjek personal Jokowi pada jabatan presidennya, menerangkan tidak bermaksud menghina pribadi Jokowi. Tapi, alasan Rocky Gerung, dia hanya berniat mengeritik jabatan presiden saja.


Rocky tak menjelaskan implikasi dari kritiknya kepada  jabatan presiden di Indonesia sebagai presiden “bajingan dan tolol”, sesuatu yang dampaknya jauh lebih berat lagi, karena tidak sekedar  dapat dituding menghina seorang Jokowi,  tapi telah utama menghina bangsa Indonesia.

Rocky pun lantas minta maaf, namun bukan lantaran subtansi pernyataan, melainkan untuk telah terjadinya kegaduhan dari pernyataannya.

Timbullah pro dan kontra. Pihak yang selama ini berafiliasi kepada kelompok anti pemerintah, jelas membela Rocky Gerung. Sebaliknya kelompok yang berada dalam barisan pemerintah, mencela pernyataan itu, bahkan menilai jalur hukum sesuatu yang pantas buat Rocky Gerung.

Kendati sebagai advokat dan terutama “orang pers” yang pernah menulis “perbedaan antara kritik dan penghinaan,” saya di sini kali ini tidak hendak membahas masalah mana yang lebih tepat dis eputar pro kontra  itu. Adapun yang  ingin saya kemukakan disini, lebih dari 300 tahun lalu, John Stuart Mill, sudah membahas perkara-perkara terkait dengan filsafat kebebasan hubungan individu, masyarakat dan negara (pemerintah).

“Satu-satunya tujuan kekuasaan dapat secara sah dilaksanakan atas setiap anggota komunitas yang beradab, bertentangan dengan kehendaknya sendiri, adalah untuk mencegah bahaya bagi orang lain,” tulis filsuf asal Ingris itu dalam Bab Pengantar bukunya.

Saya pernah mengutip pendapat John Stuart Mill dalam dua buku saya. Tentu kutipannya masih  diambil dari buku John Stuart Mill berbahasa Ingris. Kini, buku tersebut sudah diterjemahkan dan terbit dalam bahasa Indonesia. Walaupun “rasa bahasa” terjemahannya masih sulit dicerna oleh awam, namun lantaran buku ini subtansinya penting dan ikonik, saya sih menganjurkan bagi yang ingin mendalami filsafat kebebasan, buku karya John Stuart Mill ini, patut dibeli  dan dibaca.

Selain itu, setelah membaca buku ini kita bakal mendapat prespektif yang luas  dalam menganalisis pernyataan Rocky Gerung, termasuk dalam memandang  pro dan kontra soal ini.

Sekedar catatan dan klarifikasi: saya tak mengenal dan tak memiliki hubungan apapun dengan penerbit buku ini di Indonesia, termasuk juga dengan Rocky Gerung.

Penulis adalah wartawan senior.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya