Berita

Budayawan Jaya Suprana (kanan) bersama CEO RMOL Network Teguh Santosa./RMOL

Jaya Suprana

Rehabilitasi Citra Bajingan Temanggung

SENIN, 07 AGUSTUS 2023 | 11:10 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

MAHADESAINER merangkap Mahaguru Kejawen saya, Begawan Bambang Waluyo, memperluas wawasan pandang kebudayaan Bhinneka Tunggal Ika selaras peribahasa “Lain Padang, Lain Belalang” dengan memberikan informasi bahwa di samping sebagai sebutan bagi para kusir gerobak sapi di Yogyakarta ternyata Bajingan juga merupakan nama sebuah mahakarya kuliner panganan tradisional berasal dari Temanggung, Jawa Tengah.

Di kota sejuk, Temanggung istilah Bajingan sama sekali tidak bersifat buruk.

Begawan Bambang Waluyo berkisah tentang masa kanak-kanak beliau di Temanggung sebagai penggemar setia panganan bernama Bajingan. Keyakinan Begawan Bambang dibenarkan oleh Mbah Goggle melalui pemaknaan Wikipedia,  sebagai berikut:


Bajingan adalah sebuah makanan yang terbuat dari singkong atau ketela pohon. Cara membuatnya adalah singkong dipotong, direbus, dan kemudian ditambahkan irisan gula merah dan pandan. Panganan tersebut merupakan makanan khas yang berasal dari Temanggung, Jawa Tengah.

Semoga kenyataan etnolinguistik kebudayaan luar biasa multi-komples dan multi-makna ini dapat menjadi perhatian tim kerabat kerja penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia untuk segera menunaikan tugas-kewajiban memisahkan pemaknaan  kata Bajingan dari kata Bajing.

Sebaiknya Bajingan secara mandiri terpisah dari kata lain, dimaknakan sebagai 1. Sebutan bagi para kusir kereta gerobak tradisional di Yogyakarta; 2. Nama jenis panganan tradisional terbuat dari singkong, gula aren dan pandan merakyat  di Temanggung; 3. kata kasar bermakna kurang ajar. (sambil perlu pula dipertimbangkan apakah kata-kata kasar perlu masuk ke dalam KBBI).

Pemaknaan leksikal tersebut perlu dilakukan demi mengungkap kenyataan bahwa Indonesia memang mahakayaraya dalam perbendaharaan keanekaraman kebudayaan tiada dua di planet bumi ini.  Juga perlu dilakukan sebagai rehabilitasi citra istilah Bajingan sebagai warisan kearifan kebudayaan daerah Indonesia dari penyalahgunaan secara kurang sopan dan kurang senonoh.

MERDEKA!

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

UPDATE

Gus Yaqut dan Jokowi, Siapa yang Benar?

Minggu, 01 Februari 2026 | 04:09

Ketika Eropa Abad ke-18 Begitu Jorok, Terbelakang, dan Menjijikkan

Minggu, 01 Februari 2026 | 04:05

Eks Relawan: Jokowi Manusia Nggedabrus

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:33

Mantan Ketua LMND Muhammad Asrul Gabung PSI

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:12

Kentungan Oranye Anies

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:01

Pemain Saham Gorengan Bakal Disikat

Minggu, 01 Februari 2026 | 02:27

MUI: Board of Peace Neokolonialisme Gaya Baru

Minggu, 01 Februari 2026 | 02:17

Jokowi Hadiri Rakernas PSI, tapi Tak Sanggup ke Pengadilan, Warganet: Penyakit Kok Pilih-pilih

Minggu, 01 Februari 2026 | 02:01

Prabowo Pede Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat di Tengah Gejolak Pasar Modal

Minggu, 01 Februari 2026 | 01:15

Pengangkatan 32 Ribu Pegawai Inti SPPG Jadi PPPK Picu Kecemburuan

Minggu, 01 Februari 2026 | 01:06

Selengkapnya