Berita

Wakil Ketua DPRD Sumsel, HM Giri Ramanda N Kiemas/Ist

Nusantara

Usulkan 3 Nama ke Kemendagri, DPRD Sumsel Berharap Pj Gubernur Diisi Putra Asli Daerah

SELASA, 01 AGUSTUS 2023 | 10:10 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Penggantian Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) yang masa jabatannya akan berakhir pada 1 Oktober 2023 masih menjadi pertanyaan besar.

Beberapa nama calon Penjabat (Pj) Gubernur memang sudah beredar, di antaranya pejabat kementerian dan perwira tinggi berbintang. Namun DPRD Sumsel memiliki kewenangan untuk mengusulkan tiga nama calon Pj Gubernur ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebulan sebelum masa jabatan Gubernur berakhir.

Wakil Ketua DPRD Sumsel, HM Giri Ramanda N Kiemas mengungkapkan, pengajuan tiga nama tersebut hanyalah sebagai usulan, keputusan akhir tetap ada di tangan Presiden. Ia juga mengakui bahwa mayoritas anggota DPRD Sumsel berharap Pj Gubernur yang akan ditunjuk berasal dari putra asli Sumsel, agar dapat lebih memahami situasi dan kondisi daerah.


"Selain Sekda, ada nama-nama pejabat kementerian dan jenderal berbintang, setidaknya bintang tiga (Komjen Pol atau Letjen TNI). Namun, mayoritas inginnya adalah putra daerah, walaupun ada juga setengah putra daerah. Namun, ini hanya perbincangan awal," papar Giri, dikutip Kantor Berita RMOLSumsel, Senin (31/7).

Sebelum mengusulkan tiga nama calon Pj Gubernur ke Kemendagri, fraksi-fraksi di DPRD Sumsel akan mengajukan masing-masing nama, dan kemudian dilakukan rapat paripurna untuk memutuskan ketiga nama calon tersebut.

"Nanti akan dilakukan rapat paripurna untuk putusan itu," tandasnya.

Penggantian Gubernur Sumsel oleh Penjabat Gubernur bertujuan untuk menjalankan roda pemerintahan provinsi hingga pemilihan gubernur dilakukan pada 2024. Namun, keputusan akhir mengenai siapa yang akan ditunjuk sebagai Pj Gubernur akan menjadi kewenangan Presiden.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya