Berita

Bakal Capres Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan/Ist

Politik

Tanggapi Survei Utting Research Australia, Demokrat: Rakyat Memang Ingin Perubahan

MINGGU, 30 JULI 2023 | 15:44 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Geliat elektabilitas Anies Baswedan versi lembaga survei asal Australia, Utting Research, menempel ketat Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo, menggambarkan harapan rakyat akan perubahan.

Kepala Badan Komunikasi Strategis dan Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, mengatakan, hasil survei itu menunjukkan keinginan ada perbaikan pada pemerintahan mendatang.

“Kami datang ke daerah-daerah, dan memang seperti itu (hasil survei Utting Research), masyarakat memang menginginkan perubahan dan perbaikan, dalam semua aspek,” jelas Herzaky, lewat keterangan tertulisnya, Minggu (30/7).


Menurutnya, amat tepat Partai Demokrat bergabung dalam KPP dengan mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden pada kontestasi Pilpres 2024, apalagi Demokrat juga memiliki jargon yang sesuai, yakni perubahan dan perbaikan.

“Jadi sudah tepat Partai Demokrat mengusung Pak Anies sebagai presiden, sebagai ikon sekaligus nahkoda yang akan memimpin perubahan yang memang dikehendaki rakyat, dan ini membuat kita semakin percaya diri,” katanya.

Dari survei yang dilakukan, angka keterpilihan Ganjar Pranowo 34 persen, Prabowo Subianto 33 persen, dan Anies Baswedan 27 persen. Sisanya, 3 persen, menjawab rahasia atau belum menentukan, dan 3 persen tidak menjawab.

Survei Utting Research dilakukan secara tatap muka pada 12-17 Juni 2023, dengan jumlah sampel sebesar 1.200 responden yang tersebar secara proporsional di 34 provinsi di Indonesia.

Survei menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error sebesar kurang lebih 2,8 persen pada tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Polisi Berlakukan One Way Sepenggal Menuju Wisata Lembang Bandung

Minggu, 22 Maret 2026 | 18:11

Status Tahanan Rumah Yaqut Buka Celah Intervensi, Penegakan Hukum Terancam

Minggu, 22 Maret 2026 | 17:38

Balon Udara Bawa Petasan Meledak, Atap Rumah Jebol

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:54

Prabowo: Lebih Baik Uang Dipakai Rakyat Makan daripada Dikorupsi

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:47

Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Terbagi Dua Gelombang

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:37

Trump Ultimatum Iran: 48 Jam Buka Hormuz atau Pusat Energi Dihancurkan

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:27

KPK Cederai Keadilan Restui Yaqut Tahanan Rumah

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:03

Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Janji Sumbang Rp17 Triliun ke BoP

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:01

Istana: Prabowo-Megawati Berbagi Pengalaman hingga Singgung Geopolitik

Minggu, 22 Maret 2026 | 15:46

Idulfitri di Kuala Lumpur, Dubes RI Serukan Persatuan dan Kepedulian

Minggu, 22 Maret 2026 | 14:47

Selengkapnya