Berita

Kolase Airlangga Hartarto dan Budi Gunawan/Repro

Politik

Pengamat: Golkar Sangat Mampu Bikin Poros Keempat Sandingkan Airlangga-BG

JUMAT, 28 JULI 2023 | 16:47 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Golkar sangat mampu dan layak membentuk poros baru dalam kontestasi Pemilu 2024.

Sebagai salah satu parpol terbesar di Indonesia, Golkar mempunyai potensi besar membentuk poros keempat di luar Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya atau KKIR (PKB-Gerindra), Koalisi Perubahan untuk Persatuan atau KPP (Nasdem-PKS-Demokrat), maupun Koalisi PDIP dengan PPP dan Perindo.

Demikian disampaikan Founder KedaiKOPI, Hendri Satrio saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL membahas dinamika politik kekinian, Jumat (28/7).


“Saya rasa Golkar sebagai partai politik besar memang sudah seharusnya bisa bikin poros sendiri,” kata Hensat, sapaan Hendri Satrio.

Pandangan Hensat, Golkar bisa mengusung Ketum Airlangga Hartarto sebagai calon presiden. Airlangga bisa disandingkan dengan banyak figur potensial yang memiliki popularitas dan daya jelajah kuat di akar rumput.

Salah satu yang bisa digandeng Airlangga adalah Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan atau yang akrab disapa BG.

“Mengenai pasangan, Budi Gunawan bisa menjadi salah satu yang dipertimbangkan. Bukan saja tentang popularitas, tapi BG kan juga punya daya jelajah di akar rumput yang kuat,” kata Hensat.

Lebih jauh, Hensat menyambut baik jika Golkar tidak mengikuti arus mainstream tiga bakal capres yang ada saat ini, seperti Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto. Menurutnya, hal itu menyehatkan demokrasi di Tanah Air.

“Kalau (Golkar) menjadi poros keempat, demokrasi Indonesia akan jadi indah banget,” pungkasnya.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya