Berita

Pulau Dokdo/Net

Dunia

Jepang Kecam Latihan Militer Korea Selatan di Pulau Sengketa

JUMAT, 07 JULI 2023 | 17:35 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Latihan militer yang dilakukan oleh pasukan Korea Selatan baru-baru ini mendapat respon negatif dari pemerintah Jepang. Pasalnya, latihan tersebut dilakukan di pulau-pulau yang disengketakan.

Kementerian Luar Negeri Jepang dalam sebuah pernyataan pada Jumat (7/7), mengecam keras latihan militer Korea Selatan karena dilakukan di wilayah yang diklaim sebagai Pulau Takeshima, atau Pulau Dokdo menurut sebutan Korea.   

"Latihan oleh militer Korea Selatan tidak dapat diterima dan sangat disesalkan," bunyi pernyataan tersebut, seperti dimuat US News.


Sebagai upaya konfirmasi, Kemlu Jepang telah memanggil Duta Besar Korea Selatan di Tokyo untuk dimintai keterangan terkait latihan militer tersebut.

Kedutaan Jepang di Seoul juga telah memanggil pejabat Senior di Korea Selatan untuk mengajukan komplain.

Sementara itu, seorang pejabat militer Korea Selatan menyebut latihan pertahanan yang baru-baru ini digelar di Pulau Dokdo merupakan kegiatan rutin tahunan yang bertujuan untuk misi keamanan dan perlindungan wilayah.

"Latihan pertahanan wilayah Laut Timur dilakukan untuk menjalankan misi kami melindungi wilayah, orang, dan properti kami," ujarnya.

Kedua negara telah lama berselisih mengenai kedaulatan Takeshima atau Dokdo yang terletak di Laut Timur.

Baik Jepang maupun Korea Selatan sama-sama mengklaim bahwa pulau tersebut milik mereka berdasarkan aspek historis, geografis, serta hukum internasional.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Gandeng Boulevard Coffee, Bank Syariah Nasional Perkuat Ekosistem Transaksi Masyarakat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:23

15 Tahun Mengaspal, 70 Mitra Driver Dapat Hadiah Umrah dari Gojek

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:11

AADI Laporkan Pengalihan Saham Hasil Buyback Lewat Bursa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:12

Kebakaran di Belakang RS PIK, Asap Tebal Membubung

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:11

Peradi Profesional Jakarta Dilantik, Harris Arthur: Integritas Adalah Marwah Advokat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:02

Purbaya Girang, Danantara Setor Dividen Rp120 Triliun ke Kas Negara

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:56

Chevron Siap Perluas Proyek Minyak di Venezuela

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:39

Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Operator Wajib Beri Pilihan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:26

Amandemen UUD 1945 Didahului Pemufakatan Jahat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:12

Aktivis Senior Ingatkan Sudah Saatnya Kembali ke UUD 1945 Asli

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:39

Selengkapnya