Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Hampir Setengah Air Keran di AS Terkontaminasi Zat Kimia Beracun PFAS

JUMAT, 07 JULI 2023 | 13:39 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sebuah hasil penelitian terbaru yang dikeluarkan oleh US Geological Survey (USGS), menyebutkan bahwa hampir setengah dari air keran di Amerika Serikat telah terkontaminasi oleh zat kimia berbahaya per dan polifluoroalkil (PFAS).

Ahli hidrologi penelitian USGS, Kelly Smalling mengatakan timnya telah mengambil sampel air keran dari wastafel orang-orang di seluruh negara bagian AS dalam kurun lima tahun untuk meneliti kandungan PFAS di dalamnya.

"Air keran dari 716 lokasi di seluruh Amerika Serikat dikumpulkan selama 2016 hingga 2021 termasuk tiga lokasi tempat pengambilan sampel temporal dilakukan," ungkap laporan tersebut, seperti dimuat The Star pada Jumat (7/7).  


Dikatakan Smalling, hasil penelitian menunjukkan bahwa  satu PFAS dapat dideteksi di sekitar hampir setengah sampel air minum AS.

"Sekitar 45 persen dari air keran negara dapat memiliki satu atau lebih jenis bahan kimia yang dikenal sebagai PFAS," ungkapnya.

Smalling menyebut kontaminasi paling banyak ditemukan pada air keran yang ada di wilayah dekat Great Plains, Great Lakes, Eastern Seaboard, dan California Tengah dan Selatan.

PFAS adalah sekelompok bahan kimia buatan manusia, yang digunakan untuk membuat pelapis fluoropolimer dan produk yang tahan panas, minyak, noda, gemuk, dan air.

Senyawa tersebut umumnya dikenal sebagai "bahan kimia selamanya", karena hampir tidak terdegradasi secara alami.

Jika masuk ke dalam tubuh hewan atau manusia, PFAS mampu memberikan dampak buruk bagi kesehatan, seperti kanker, kerusakan janin, penyakit hati dan ginjal, serta gangguan kesehatan serius lainnya.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Pemerintah Didesak Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Rabu, 02 September 2026 | 12:22

Anggaran Kementerian LH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp2,57 Triliun

Rabu, 02 September 2026 | 12:16

Film Animasi Terlaris China All Wishes Come True Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Rabu, 02 September 2026 | 11:56

Mahasiswa Indonesia Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Vladivostok

Rabu, 02 September 2026 | 11:53

Kapolri Minta Seluruh Kapolda Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 11:49

Siaga 98 Minta RUU Perampasan Aset Fokus pada Perampasan Tanpa Pemidanaan

Rabu, 02 September 2026 | 11:38

Prabowo Tiba di Vladivostok, Penuhi Undangan Putin Hadiri EEF ke-11

Rabu, 02 September 2026 | 11:24

Komdigi Usul Tambahan Rp3,23 Triliun, DPR Ingatkan Ini

Rabu, 02 September 2026 | 11:19

Mending Persoalkan Kasus Judol Ketimbang Ribut Pernyataan Budi Arie

Rabu, 02 September 2026 | 11:17

AHY: Posisi Boleh Berubah, Komitmen Demokrasi Harus Terjaga!

Rabu, 02 September 2026 | 10:58

Selengkapnya