Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

Putin: Utang Negara Barat Bisa Picu Krisis Keuangan Global

SELASA, 04 JULI 2023 | 17:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dunia saat ini terancam krisis keuangan global baru, penyebabnya akumulasi utang yang tidak terkendali yang dilakukan oleh negara-negara Barat.

Begitu menurut Presiden Rusia Vladimir Putin saat berbicara pada KTT virtual Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) ke-23 yang dipimpin Perdana Menteri India Narendra Modi, Selasa (4/7).  

“Risiko krisis ekonomi dan keuangan global baru meningkat dengan latar belakang akumulasi utang yang tidak terkendali di negara-negara maju, stratifikasi sosial dan meningkatnya kemiskinan di seluruh dunia, serta memburuknya ketahanan pangan dan lingkungan,” kata Putin yang hadir melalui tautan video dari Moskow, seperti dikutip dari RT.


Dia menekankan bahwa masing-masing masalah ini kompleks dan beragam dengan caranya sendiri, tetapi jika digabungkan, mereka telah memicu ketegangan di seluruh dunia.  

Bulan lalu, Direktur Eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF) untuk Rusia, Aleksey Mozhin, memperingatkan bahwa ekonomi Barat berada dalam kondisi kritis karena tingginya tingkat utang publik.

Dia menuduh negara-negara kaya menerapkan kebijakan anggaran dan moneter yang tidak bertanggung jawab selama bertahun-tahun, yang akhirnya memicu krisis utang saat ini.   

Menurutnya, Inggris dan hampir semua negara UE menghadapi tingkat utang yang signifikan, termasuk Prancis, Spanyol, Portugal, Yunani, dan Italia.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya