Berita

Uji Praktik SIM/Net

Presisi

Kompolnas Dorong Korlantas Libatkan Puslitbang Polri Kaji Uji Praktik SIM

SABTU, 24 JUNI 2023 | 08:33 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Uji praktik bagi pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM), terutama sepeda motor perlu dikaji agar tidak terkesan membebani masyarakat.

Permintaan ini disampaikan Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Irjen Pol (Purn) Pudji Hartanto, yang berharap hasil uji praktik SIM benar-benar dirasakan manfaatnya saat berkendara. Bukan malah menjadi beban masyarakat.

Atas alasan itu juga, Pudji mengimbau agar Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri melakukan kajian dengan menggandeng pihak internal dan eksternal Polri.


"Pihak Korlantas harus segera mengkaji itu, bisa bersama dengan Puslitbang Polri. Salah satu contoh tentang yang zig-zag itu, bagi yang sudah punya SIM saja belum tentu bisa melewati itu," ucap Pudji.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, memerintahkan Kakorlantas Irjen Firman Shantyabudi serta jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) se-Indonesia memperbaiki sistem birokrasi pembuatan SIM. Terutama ujian praktik pembuatan SIM C kendaraan bermotor roda dua.

"Saya minta Kakorlantas tolong untuk lakukan perbaikan, yang namanya angka 8 itu masih sesuai atau tidak, yang melewati zig-zag itu sesuai atau tidak," kata Listyo, Rabu (21/6).

"Kalau sudah tidak relevan tolong diperbaiki," tegasnya.

Menanggapi ini, Direktur Regident Korlantas Polri, Brigjen Yusri Yunus berjanji akan mengkaji materi ujian praktik.

"Kita akan mengkaji, mengevaluasi, bentuk ujian-ujian praktik lagi. Khususnya di angka 8 sama zig-zag itu apakah masih relevan, masih (bisa) digunakan. Apakah memang tes praktik zig-zag maupun angka 8 ini masih relevan atau tidak," tutur Yusri.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya