Berita

Direktur Riset IPS Arman Salam/RMOL

Politik

Sarat Kepentingan, Pertemuan Puan-AHY Bisa Dimaknai Upaya Menjegal Anies Capres

SENIN, 19 JUNI 2023 | 03:16 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani merupakan langkah politik yang sarat dengan kepentingan.

Demikian pendapat Direktur Riset Indonesian Presidential Studies (IPS), Arman Salam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (19/6).

Menurut Arman, politik adalah seni dalam mendapatkan atau merebut kekuasaan. Pertemuan keduanya, bisa dimaknai sebagai upaya mengganjal salah satu calon presiden yang akan tampil yakni Anies Baswedan, dengan balutan komunikasi konstruktif dan penjajakan calon wakil presidin Ganjar dari PDIP.


"Jika dalam pertemuan itu terjadi kesepakan kepentingan yang dianggap lebih besar jelas akan berdampak pada wajah perpolitikan," demikian kata Arman.

Arman menganalisa, salah satu perubahan peta politik yang memungkinkan adalah Anies akan sulit untuk maju sebagai capres. Di sisi lain Demokrat ingin menunjukkan memiliki daya tawar kepada Anies.

Pandangan Arman, tidak ada langkah politik yang berkelas. Ia melihat yang ada kesuksesan kemasan kepada publik.

"Drama bahkan dagelan terus dimainkan yang ujungnya  bermuara pada kekuasaan, kepentingan, keuntungan yang lebih panjang lagi diatas kepentingan negara dan masyarakat luas," pungkasnya.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta, Ini Kata Ketua DPR

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:23

KPK Panggil Lima Pejabat BPK Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:16

Saham BUMI Menguat 6 Persen pada Sesi I, Bukukan Transaksi Rp727,5 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15

Pengisian Jabatan di Kemenag Dituntut Adil dan sesuai Meritokrasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:08

Bisa Jadi Ada Aparat Lain Seperti Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:06

Sekolah Negeri Sepi Peminat Harus Jadi Perhatian

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:05

Mereduksi Bobot Kekuasaan Gibran Lewat Pergeseran Posisi Duduk Wapres

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:04

Sepak Bola Berbasis Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50

DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:39

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan dalam Pemungutan Pajak Berpeluang Gerus Kepercayaan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:38

Selengkapnya