Berita

Sugeng Suparwoto di komplek DPR RI/RMOL

Politik

Klarifikasi Sugeng Suparwoto Nasdem atas Tuduhan Pelecehan Seksual Verbal

SENIN, 12 JUNI 2023 | 15:49 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Tuduhan pelecehan seksual terhadap perempuan inisial AAFS yang adalah anggota DPR RI 2014-2019 dari fraksi Nasdem dijawab Sugeng Suparwoto.

Pasalnya, Sugeng diadukan oleh AAFS ke Bareskrim Polri dan Mahakmah Kehormatan Dewan (MKD) atas tuduhan pelecehan seksual verbal.

“Ingat yah, (pelecehan) seksual verbal. Dan inilah yang terus menerus di-framing sedemikian rupa, padahal itu baru Dumas, pengaduan masyarakat, maka kami klarifikasi dan sebagainya," jelas Sugeng, Senin (12/6).


Sugeng mengaku kaget atas adanya pelaporan tersebut, sebab dirinya tidak pernah menyentuh secara fisik AAFS sedikitpun.

“Saya tidak pernah menyentuh apa namanya rambutnya, kukunya, pipinya, hidungnya, apalagi tubuhnya,” tegasnya.

Atas dasar itu, Sugeng mengaku dirinya di-framing sedemikian rupa seolah-olah dia pelaku kejahatan seksual.

Terlebih, kata Sugeng, terakhir dirinya berkomunikasi secara verbal dengan AAFS pada Maret 2022 silam. Sedangkan pelaporan dirinya ke Bareskrim dan MKD tertanggal 10 April 2023.

Itupun dalam konteks bercanda dengan AAFS yang adalah juniornya di Partai Nasdem dan satu Daerah Pemilihan (Dapil) Cilacap Jawa Tengah.  

“Kalau tidak salah kurang lebih di bulan Maret tahun 2022. Dan waktu itu dalam suasana bercanda-candaan. Kenapa demikian? Karena si pelapor ini adalah sudah kayak adek saya, orang ini sesama Nasdem, kebetulan bahkan satu Dapil dengan saya. Bahkan kita saling support-men-support. Ingat yah, saling support-men-support dengan berbagai kegiatan,” tuturnya.

“Saya tidak nyangka ini adek saya ini yang entah khilaf, entah apa dan sebagainya saya juga tidak berpretensi apapun, entah apa yang terjadi mengadukan saya,” demikian Sugeng.

Anggota DPR RI fraksi Nasdem inisial SS dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI atas dugaan pelecehan seksual verbal.

Adapun yang melaporkan SS ke MKD DPR RI yaitu terduga korban inisial AAFS. AAFS merupakan anggota DPR RI periode 2014-2019 fraksi Nasdem.

“Saya belum bisa banyak berkomentar tentang substansi aduan karena kan proses belum berjalan, saya hanya menggunakan hak saya sebagai warga negara dan juga saya sebagai kader Partai Nasdem,” ucap AAFS kepada wartawan seusai melapor ke MKD DPR RI, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/6).

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya