Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Habib Syakur Minta Narasi Perpecahan Diwaspadai

MINGGU, 11 JUNI 2023 | 09:25 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Beragam upaya perpecahan melaluo gerakan ekstremisme, radikalisme, dan intoleransi harus bisa dideteksi para tokoh nasional, tokoh politik, dan partai politik agar kerukunan tetap terjalin di tahun politik.

Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid berharap kampanye negatif bisa dicegah sedini mungkin. Sehingga. suasana kondusif tetap terjaga di tengah-tengah pemilu.

“Menyampaikan narasi yang isinya hanya kebencian untuk memecah belah. Itu yang harus diwaspadai," ujarnya kepada wartawan Minggu (11/6).


Teror secara lisan, sambungnya, juga harus diwaspadai sebagaimana teror fisik. Apalagi, ada kelompok tertentu yang mulai membangun beragam narasi hasutan. Mulai dari mengatakan Pancasila sesat hingga meminta presiden dimakzulkan.

"Sekarang kan teror memakai lisan. Karena tidak bisa melakukan teror fisik, maka sekarang yang dilakukan teror dengan lisan agar persatuan negara kita pecah. Maka bangsa Indonesia harus waspada," jelas Habib Syakur.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya