Berita

Refly Harun/Net

Politik

Adian "Semprit" Jokowi, Refly Harun: Karena Enggak Dukung Ganjar?

RABU, 17 MEI 2023 | 03:58 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Pengamat politik Refly Harun mengulas pernyataan politisi PDIP Adian Napitupulu yang mengingatkan agar Presiden Joko Widodo tidak mengerahkan relawannya untuk mendukung salah satu calon presiden (capres).

“Apakah itu artinya dia (Adian) sudah menangkap Jokowi tidak akan dukung all out Ganjar,” kata Refly dikutip dari channel Youtubenya, Rabu (17/5).

“Atau Jokowi akan tinggalkan Ganjar untuk mendukung Prabowo Subianto,” kata Refly lagi.


Namun demikian, pakar hukum tata negara ini memiliki kesamaan pendapat bahwa presiden tidak boleh berpihak, apalagi menjadi tim sukses salah satu capres.

Menurut Refly, seorang presiden memang memiliki hak untuk memilih, akan tetapi ada waktunya ketika pasangan calon presiden dan wakil presiden telah ditetapkan secara resmi oleh KPU, atau pada saat dimulainya kampanye.

“Kalau sekarang harusnya dia (Jokowi) bersikap sebagai negawaran yang netral. Karena kalau tidak akan terjadi yang namanya abuse of power,” pungkas Refly.

Sebelumnya, Adian Napitupulu yang saat ini ditugaskan oleh PDIP menjadi wakil ketua koordinator relawan Ganjar mengingatkan Presiden Jokowi untuk netral.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak boleh berpihak mengarahkan relawannya untuk mendukung salah satu capres di Pilpres 2024.

Dalam dialog “Political Show” yang disiarkan CNN Indonesia TV, Senin (15/5) malam, Adian secara tegas mengatakan Jokowi harus menempatkan diri sebagai presiden dan tidak bisa berpihak pada salah satu capres. Adian yakin, Jokowi tahu soal ini.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya