Berita

Prof Muhadjir Effendy dan Ganjar Pranowo/Ist

Politik

Masuk Bursa Cawapres, Muhadjir: Belum Ada Arahan dari Muhammadiyah

MINGGU, 30 APRIL 2023 | 09:28 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, mengaku belum belum mendapat arahan dari Muhammadiyah terkait maraknya dukungan kepada dirinya untuk menjadi calon Wakil presiden pada Pemilu 2024.

Muhadjir mengatakan hal itu, usai halalbihalal dengan keluarga besar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Dome UMM, Sabtu (29/4/23), seperti disampaikan kepada Kantor Berita Politik RMOL, lewat rilisnya, Minggu (30/4).

Pernyataan Muhadjir itu disampaikan, menjawab serbuan pertanyaan wartawan terkait maraknya penyebutan namanya sebagai calon wakil presiden. Menanggapi itu, dia terkesan low profile dan hati-hati.


Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) empat periode itu mencuat di bursa bakal calon wakil presiden, sejak dilontarkan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, yang menilai Muhadjir cocok berpasangan dengan Capres PDIP, Ganjar Pranowo.

Menurut dia, Muhadjir memiliki karakter kuat. Memiliki pengalaman dan kredibilitas tinggi di pemerintahan, khususnya bidang pembangunan manusia dan kesejahteraan sosial.

Senada dengan Ujang, guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UA) Surabaya, Prof Hotman M Siahaan, mengatakan, Muhadjir layak jadi Bacawapres. “Dia pas dipasangkan dengan Ganjar. Apalagi Muhadjir itu sudah lama dekat dengan Megawati,” kata Hotman.

Menurutnya, selain memiliki pribadi yang kuat, Muhadjir juga memiliki modal massa Muhammadiyah yang jumlahnya sangat besar. Belum lagi Muhammadiyah yang memiliki daya resonansi kuat terhadap kelompok-kelompok umat Islam lain, sehingga langkah Muhammadiyah berpotensi diikuti. “Saya kira Muhammadiyah akan solid mendukung Muhadjir,” tegasnya.

Sejauh ini dukungan berbagai komunitas dan kelompok masyarakat terus mengalir. Bekas relawan Jokowi-Makruf pada Pilpres 2019, Rumah Indonesia Berkemajuan (RIB) Jawa Tengah dan RIB Banyuwangi, juga menyatakan dukungan bagi Muhadjir untuk posisi Bacawapresnya Ganjar Pranowo.

Sementara itu, RIB Jambi, justru menginginkan Muhadjir berpasangan dengan Capres Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Dukungan juga datang dari suster Katolik di Keuskupan Agung Merauke, Provinsi Papua Selatan, Ambrosia Nainggolan. Ia menilai Muhadjir orang baik, sangat toleran, memiliki pengalaman di bidang birokrasi dan pendidikan. “Beliau ini sangat sederhana, rendah hat. Beliau dekat dengan masyarakat, mau turun ke bawah.”

Fokus tugas
Menanggapi hiruk pikuk itu, Muhadjir Effendy menegaskan, dirinya saat ini masih fokus pada tugas-tugasnya sebagai Menko PMK. Belum ada rencana mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden.

"Sebagai menteri, saya harus fokus pada tugas-tugas saya dan memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara," katanya.

Selain menjalankan tugas pokok di Kemenko PMK yang mengkoordinasikan sekitar 18 kementerian dan lembaga pemerintahan, Muhadjir diberi amanat oleh Presiden Jokowi untuk menangani tugas-tugas khusus.

Misalnya, target menurunkan kemiskinan ekstrem menjadi nol persen pada 2024. Menurunkan stunting dari 24 persen menjadi 10 persen. Ia juga sering ditugaskan menangani kasus bencana alam, seperti gempa Cianjur, Sulawesi Barat bahkan sampai Turki dan Suriah. Pada musim Lebaran 2023 ini dia ditunjuk menangani masalah mudik.

Lebih lanjut mantan Mendikbud pada Kabinet Jokowi Jilid Satu yang suka blusukan ke tengah masyarakat itu juga mengatakan, aspirasi pencalonan dirinya menjadi Bacawapres merupakan bunga demokrasi. “Itu bunga-bunga demokrasi saja. Kan tidak hanya saya yang disebutkan,” katanya.

Dengan karakternya yang asli, rendah hati, low profile, dia mengatakan, ada sosok yang lebih baik dari dirinya untuk menjadi Cawapres. “Sudah banyak calonnya, dan lebih mumpuni daripada saya.”

Menjawab pertanyaan wartawan senior Malang, bahwa dia juga disebut-sebut pantas menjadi pasangan Anies Baswedan, Capres yang diusung Partai Nasdem, Partai Demokrat dan PKS, dengan guyon Muhadjir mengatakan, “Itu kan kata wartawan. Kan saya sudah menggantikan Pak Anies sebagai Mendikbud."

Menurut Muhadjir, siapapun bakal calon presiden dan wakil presiden yang terpilih di Pemilu 2024 adalah orang-orang yang memiliki komitmen kuat mensejahterakan rakyat.

Dia mengatakan, yang paling penting proses demokrasi berjalan baik. Pemilu 2024 menghasilkan pimpinan negara yang betul-betul memiliki komitmen kuat untuk mensejahterakan rakyat, memajukan demokrasi dan penegakan hukum. “Siapapun, kita dukung semuanya,” pesannya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

RUU Perampasan Aset Diusulkan Ganti Nama, Berikut Nomenklaturnya

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:07

Purbaya Sudah Cairkan Rp20,5 Triliun ke 490 Pemda buat Gaji PPPK

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:52

Koperasi Jadi Kunci Hilirisasi Sawit dan Penguatan Daya Tawar Petani

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:50

Songs for Sumatera-Human Initiative Pulihkan Fasilitas MIN 4 Aceh Tamiang

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:38

Subsidi Pertalite Bocor, Kelompok Kaya Masih Nikmati Kucuran Negara

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:32

Pengacara Gus Yaqut Bongkar Duduk Persoalan Pembagian Kuota Haji Tambahan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:16

Usai Bertemu Purbaya, Bahlil Bakal Perketat Orang Kaya yang Pakai Pertalite

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:58

12 Saksi Diperiksa, Sekretaris Kepala BGN Ikut Terseret Kasus MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:46

Rudy Tanoe Irit Bicara soal Korupsi Penyaluran Bansos Usai Diperiksa KPK 4,5 Jam

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:42

Selengkapnya