Berita

Pelaksanaan Shalat Ied di Masjid At Tabayyun, Meruya, Jakarta Barat/Ist

Publika

Uzur Melaksanakan Shalat Ied

MINGGU, 23 APRIL 2023 | 21:33 WIB | OLEH: ILHAM BINTANG

ALLAHU AKBAR, Allahu akbar Allahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar, Allahu akbar walillaahil hamd. (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar).

Sampai pukul 02.00 dini hari, Sabtu (22/4), saya masih monitoring persiapan Shalat Idulfitri 1444 H yang akan dilaksanakan pagi hari itu di Masjid At Tabayyun, Taman Villa Meruya. Saya bisa menyaksikan via ponsel layar CCTV masjid di mana belasan remaja relawan Masjid At Tabayyun tengah membersihkan lapangan.

Selanjutnya, menggelar karpet dasar warna biru untuk jadi alas Shalat Ied. Saya bahkan sempat meng-upload pengumuman mengenai acara Shalat Ied ke WAG warga Taman Villa Meruya dan di WAG anak cucu. Itulah hasil rapat panitia semalam.


Tak lupa mengingatkan warga agar tiba di lokasi Shalat Ied paling telat setengah jam sebelum Shalat Ied yang akan dimulai pukul 7 pagi.

Kepada jemaah yang tinggal berdekatan dengan masjid, saya juga menghimbau agar memilih jalan kaki saja. Diprediksi jemaah akan membludak. Sedangkan sisi kiri kanan jalan di depan masjid tidak mencukupi untuk parkir mobil yang berdatangan dari daerah sekitar.

Rapat pengurus masjid semalam memutuskan Shalat Ied dimulai pukul 07.00 WIB. Dilaksanakan di dua lokasi. Di halaman masjid tempat Shalat Ied untuk jemaah pria, sedangkan untuk jemaah wanita lokasinya di dalam masjid. Lebih nyaman full AC.

Putusan itu berdasarkan evaluasi keadaan Shalat Jumat sehari sebelumnya. Jemaah full mengisi lantai bawah dan atas hingga meluber di halaman belakang di area yang bakal dibangun selasar.

Daya tampung masjid di dua lantai 800 orang, plus selasar, menjadi kurang lebih seribu orang. Daya tampung halaman parkir masjid kurang lebih sama. Diperkirakan ada 2000 jemaah yang akan Shalat Ied.

Masjid At Tabayyun di komplek perumahan Taman Villa Meruya, Jakarta Barat, baru diresmikan penggunaannya 9 Oktober 2022 oleh Gubernur DKI (waktu itu) Anies Baswedan. Masjid ini bersejarah.

Itulah masjid pertama dan satu-satunya di komplek perumahan yang mayoritas penduduknya non muslim. Masjid itu sudah didambakan keberadaannya lebih 30 tahun oleh warga muslim.

Penyelenggaraan Shalat Idulfitri 1444 H ini karenanya merupakan pengalaman pertama. Alasan itulah yang membuat panitia memberi perhatian khusus. Shalat Tarawih dan Iktikaf sepuluh Ramadhan terakhir sudah berhasil dilaksanakan.
 
Sebulan Ramadhan dan Iktikaf itulah tampaknya yang mempengaruhi pola tidur saya. Lebih sering tidur sehabis Shalat Subuh setelah mengikuti rangkaian ibadah shalat malam di masjid. Hingga memicu "kecelakaan" saat Shalat Ied tadi. Kemungkinan karena kecapean, saya terlelap tidur dan terbangun pukul 07.12 WIB.

Ya, Allah! Ampunilah dosa kami atas kelalaian ini.

Saya monitor CCTV lokasi via ponsel. Shalat Ied tengah berlangsung yang diimami Ustaz Ibnu. Setelah berpakaian rapi, saya monitor lagi: khutbah oleh Ustaz Nasrullah pun sudah dekat rampung.

Saya dan istri tetap harus ke masjid meski dengan perasaan setengah galau. Sambil merenungkan dan mengingat-ingat apa kiranya yang menjadi dosa hamba ini. Beruntung masih bertemu dengan Ustaz Nasrullah bersama pengurus masjid yang rehat di ruang sekretariat setelah salat. Menikmati panganan yang disediakan panitia.

"Niat Shalat Ied insyaallah sudah dicatat. Padahal, kami sempat mengulur waktu salat beberapa saat," kata Marah Sakti Siregar, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid, membesarkan hati.

Saya tentu dengan istri mengalami uzur ini. Karena memang hanya tinggal berdua di rumah pas lebaran ini. Malam hari semua pintu akses masuk rumah dikunci. Apalagi pembantu sudah mudik tiga hari lalu.

Ada satpam di rumah tapi persoalannya, itu tadi: akses masuk rumah terkunci rapat. Begitu juga anak-anak yang rumahnya bertetangga. Puluhan miscall mereka tidak terdengar. Alarm berbunyi tapi tidak ada artinya jika tertidur pulas.

Saya buka kamus KBBI, uzur adalah halangan yang sifatnya tidak disengaja sehingga masih diampuni oleh Allah SWT, asalkan tidak menjadi kebiasaan.

Allah SWT menurut banyak ulama, memberikan keringanan dalam beribadah jika ada uzur. Sederhananya, uzur adalah halangan yang membuat seseorang tidak dapat menjalankan ibadah, namun masih mendapat pengampunan dari Allah.

Sependek ingatan, kejadian ini baru sekali terjadi dalam seumur hidup saya. Tujuh belas tahun lalu, saya memang pernah juga mengalami peristiwa unik soal Ramadhan ini. Namun, kasusnya berbeda.

Saya menjalankan puasa 31 hari yang Nabi Muhammad sendiri pun tidak pernah lakoni. Nabi mengalami sembilan kali menjalani ibadah puasa Ramadhan semasa hidupnya. Delapan kali berpuasa 29 hari, satu Ramadhan lainnya 30 hari. Tapi saya, 31 hari.

Itu bisa terjadi karena saya mengawali puasa pertama di Tanah Suci waktu berumrah di awal Ramadhan tahun 2006 lalu. Waktu itu mendadak Pemerintah Saudi memajukan jadwal puasa satu hari dari kalender sebelumnya.

Sedangkan di Tanah Air saya melaksanakan Shalat Ied menurut putusan pemerintah berdasarkan hasil sidang Isbat setelah memantau hilal. Menjelang Idulfitri 1444 H, topik Idulfitri apakah Jumat atau Sabtu kembali memantik diskusi di tengah masyarakat kalau tak mau mengatakan debat kusir.

Saya membuka lagi file tulisan lama tentang "Pengalaman Berpuasa 31 hari".

Sebenarnya debat perbedaan hari Idulfitri tak perlu terjadi. Kita sudah akrab dengan perayaan dua hari Idulfitri di Tanah Air. Setiap tahun. Sejak dulu. Kita tahu dua-dua sama benarnya, terjadi karena metodologi yang berbeda namun sama sahih.

Sekali lagi: sama benarnya, sama kuat dalilnya. Aneh saja, atau malah terasa lebay jika masih ada yang berusaha  mendramatisir perbedaan itu. Lepas dari itu, saya tetap saja sedih absen Shalat Ied tahun ini.

Selamat Idulfitri. Mohon maaf lahir dan batin. Taqabbalallahu minna wa minkum.

Penulis adalah Wartawan Senior

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Jaksa Agung: Ini Saatnya, Badai Harus Berlalu

Rabu, 02 September 2026 | 22:09

Dugaan Pelanggaran Etik, Perwira Polri Dilaporkan ke Propam

Rabu, 02 September 2026 | 21:49

BPOM Butuh Anggaran Rp2,4 Triliun, Rp509 Miliar Khusus Kawal MBG

Rabu, 02 September 2026 | 21:21

DPR Minta Pelaku Pembakaran Hutan Dihukum Mati

Rabu, 02 September 2026 | 21:04

Halmahera Tengah Diguncang Gempa, Belasan Rumah dan Faskes Rusak

Rabu, 02 September 2026 | 20:45

Polri Ujung Tombak Demokrasi dalam Aksi 27 Agustus

Rabu, 02 September 2026 | 20:22

Keluarga Indonesia Diajak Siapkan Warisan Bermakna

Rabu, 02 September 2026 | 19:46

Dari Rival Menjadi Sekutu: Strategi Othello Prabowo

Rabu, 02 September 2026 | 19:30

Siswa Tak Libur di Tengah Kabut Asap, Kadisdik Kalteng Diminta Tak Asal Ambil Keputusan

Rabu, 02 September 2026 | 19:23

Indonesia Tak Bisa Akal-akali Alokasi Jemaah Haji dari Arab Saudi

Rabu, 02 September 2026 | 19:17

Selengkapnya