Berita

Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo/RMOL

Politik

Elektabilitas Lebih Tinggi dari Ganjar

Gerindra Terhina Jika Prabowo Cawapres

MINGGU, 23 APRIL 2023 | 14:37 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Jadi nomor dua bukanlah kelas yang pas bagi Ketua Umum Partai Gerindra. Terlebih Prabowo dan partainya memiliki elektabilitas paling tinggi saat ini, tergambar dari hasil sejumlah survei.

Pengamat politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai Joko Widodo seolah sedang menempatkan Prabowo di bawah Ganjar, dengan mengusulkan sebagai pendamping (Wapres) dari Capres dari PDIP.

"Seolah-olah posisi Prabowo di bawah Ganjar. Padahal elektabilitas mereka bersaing ketat. Bahkan belakangan elektabilitas Prabowo jauh lebih tinggi dari Ganjar," tegas Jamiluddin, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (24/4).


Selain itu, sebagai partai nomor dua terfavorit, Gerindra akan dirugikan jika mau menerima tawaran Jokowi agar Prabowo jadi pendamping Ganjar.

"Gerindra juga akan merasa terhina bila Prabowo hanya dianggap layak sebagai Cawapres. Padahal elektabilitas Gerindra juga tinggi. Posisinya masih bersaing ketat dengan elektabilitas PDIP, sehingga layak mencapreskan ketua umumnya," katanya.

Jadi, kata Jamiluddin, tidak ada alasan apapun yang dapat digunakan untuk menjustifikasi Prabowo sebagai Cawapres Ganjar.

"Prabowo bersama Ganjar dan Anies Baswedan sama-sama layak menjadi Capres. Tiga nama itu punya elektabilitas sama-sama tinggi," pungkas Jamiluddin.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya