Berita

Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi/Net

Publika

Gubernur Harus Minta Maaf kepada Masyarakat Lampung

OLEH: ROSIM NYERUPA*
MINGGU, 23 APRIL 2023 | 07:43 WIB

BELAKANGAN ini semakin ramai masyarakat Lampung berbondong-bondong sampaikan keluh kesahnya di media sosial, apalagi terkait insfratruktur jalan rusak parah yang jadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi.

Viralnya Lampung di media sosial sampai direspons oleh Kemeterian PUPR menanggapi postingan jalan rusak di Rawajitu yang dikira jalan nasional oleh masyarakat, namun ternyata jalan daerah yang jadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi. Juga begitu viral sebelumnya jalan di Rumbia dan beberapa ruas jalan lainnya yang juga jadi sorotan publik viral hingga mewarnai media nasional.

Ditambah respons salah satu pemuda asal Lampung yang sedang mengenyam pendidikan di Australia dengannya konten di TikTok yang mengangkat judul Penyebab Lampung Gak Maju-maju kemudian viral.


Sebagai masyarakat Lampung kita perlu mengambil pesan besar dibalik kritik Bima Yudho yang dirasakan bersama bukan justru menyoal soal diksi kata Dajjal yang digunakan justru patut mengapresiasi upaya Bima telah mewakili keluh-kesah masyarakat Lampung yang menginginkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan.

Penggunaan diksi kata Dajjal hanyalah sebuah simbolisasi ekspresi kekecewaan terhadap suatu situasi dan kondisi. Jadi bukan diksi kata dajjal tapi pesan pembangunan insfrastruktur dan suprastrukturnya.

Begitu juga dengan berbagai aksi konten kreator Lampung seperti Abang Taun CS, Bukan soal mandi lumpurnya tapi jalan yang rusak parah dan aksi masyarakat dimasing-masing daerah lainnya.

Saya turut prihatin dengan pernyataan Chusnunia Chalim selaku Wakil Gubernur Lampung dalam menanggapi video viral Bimo Yudho tersebut. Sebagai pemimpin, Wakil Gubernur justru seolah-olah mencari pembenaran dengan mengambinghitamkan situasi pandemi Covid-19 dan keterbatasan anggaran yang jadi alasan klasik.

Seharusnya kejadian ini tidak dijadikan ajang untuk mengcounter keluhan masyarakat dengan bahasa pembenaran semua, apalagi sampai memblokir akun Instagram dan mematikan kolom komentar seperti Akun Instagram Gubernur Arinal yang terkesan anti kritik ditengah ramainya masyarakat berkeluh-kesah, bukankah teriaknya masyarakat itu karena ada yang tidak beres terhadap daerah dan pemimpinnya?

Namun demikian, kita sadar dan memaklumi betul posisi Buk Nunik selaku Wakil Gubernur juga pasti kena dampak citra baik dari berbagai kritikan masyarakat yang muncul terhadap Gubernur Arinal.

Suatu hal yang lumrah terjadi, Fenomena masyarakat ramai-ramai gunakan sosial media sebagai tempat untuk menyalurkan fikiran dalam menyampaikan keluh-kesahnya apalagi persoalan pembangunan tentu akan sangat membantu dalam percepatan pembangunan itu sendiri. Selain menunjukkan adanya tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi juga pemerintah akan sangat terbantukan.

Jika dicermati, beragam peristiwa yang dilakukan oleh masyarakat Lampung belakangan ini sudah barang tentu menunjukkan adanya sebuah perlawanan yang dilakukan oleh masyarakat terhadap pemimpinnya, perlawanan sebagai bentuk tindakan kekesalan dan kemarahan yang klimaks tak terbendung berangkat dari berbagai problemtika yang dialami masyarakat, salah satunya adalah persoalan infrastruktur jalan.

Mereka mempertanyakan Lampung Berjaya di mana di tengah Pemerintah Provinsi Lampung yang banyak megekspose piagam dan penghargaan sebagai bukti prestasi atas kinerja pemerintah. Sementara itu semua berbanding terbalik dengan kondisi yang tengah viral hari ini.

Upaya masyarakat Lampung menyampaikan keluh kesahnya melalui ruang publik seperti media sosial, akan jadi tamparan keras bagi Pemerintah Provinsi Lampung yang kerap posting prestasi soal capaian kerja, baik itu soal kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, pembangunan dan lain-lain.

Maka, tidak heran jika banyak pihak menilai Gubernur Arinal dinilai telah gagal mewujudkan Lampung Berjaya yang digadang-gadangnya selama menjabat.

Fenomena tersebut berdampak terhadap trust publik dengan pemimpinnya menurun drastis, Tentu akan memperburuk postur Gubernur Lampung di mata publik karena semakin terlihat terkesan dan terbuka jelas ketidakmampuan Gubernur Arinal memimpin Lampung menjadi lebih baik dengan janji yang sudah diikat sumpah jabatan 45 bulan yang lalu.

Benar kata pepatah orang-orang zaman dahulu, “Jangan lihat diawal, Lihat saja sama dengannya, Di akhir maksudnya' Baru bisa dilihat berhasil atau tidak”.

Arinal Djunaidi bersama Chusnunia Calim dilantik Presiden Jokowi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung pada tahun 2019 lalu, mereka mengusung program Lampung Berjaya yang terdapat 33 butir janji kerja yang harus dituntaskan selama menjabat.

Namun, mimpi Lampung Berjaya tersebut nampaknya akan kandas. Pasalnya 33 janji kerja belum semua terealisasi termasuk persoalan infrastruktur jalan sementara akhir tahun 2023 ini mereka akan turun jabatan.

Untuk itu, saya mengimbau agar Gubernur Arinal dengan gentle mempersiapkan diri dan menyiapkan serangkaian kalimat permohonan maaf yang tulus kepada masyarakat Lampung karena telah gagal mewujudkan cita-cita besar sejak dilantik, yaitu Lampung Berjaya!

*Penulis adalah Koordinator Serikat Mahasiswa dan Pemuda Lampung (Simpul)

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya