Berita

Ketua DPP Partai Golkar TB Ace Hasan Syadzily/RMOL

Politik

Respons Golkar soal KIB Bisa Jalan Sendiri Tanpa Gabung Koalisi Besar

SABTU, 22 APRIL 2023 | 17:32 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang diusung oleh tiga partai politik yakni Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN) didorong untuk tidak perlu bergabung ke dalam Koalisi Besar.

Pasalnya, tiga partai politik itu, sudah memenuhi syarat ambang batas presiden atau presidential threshold (PT) 20 persen. Maka, KIB bisa mengusung calon presiden dan calon wakil presidennya sendiri tanpa harus bergabung dengan Koalisi Besar.

Menyikapi hal tersebut, Ketua DPP Partai Golkar TB Ace Hasan Syadzily menegaskan bahwa dorongan untuk KIB agar independen dan mampu mengusung calon presidennya sendiri merupakan spekulasi semata.


“Saya kira itu spekulasi politik ya. Masih harus dibahas para ketum partai terutama yang tergabung dalam koqlisi besar ini,” kata Ace di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (22/4).

Disinggung mengenai partai politik di KIB memprioritaskan pembentukan Koalisi Besar, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat ini mengatakan bahwa komunikasi politik lima partai yang tergabung dari KIB dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) sudah cukup rutin dilaksanakan.

Maka, tampak mustahil jika KIB berjalan sendiri tanpa bergabung dengan Koalisi Besar, terlebih wacana Koalisi Besar muncul dari Partai Golkar.

“Penjajakannya kan sudah dimulai. Jadi saya kira kalau dilihat dari dinamikanya pasti koalisi besar ini akan terus secara intens melakukan komunikasi,” demikian Ace.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya