Berita

Jurubicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning/Net

Dunia

Tuding Balik Washington, China: Amerika Timbulkan Ancaman Nuklir Terburuk bagi Dunia

SABTU, 04 MARET 2023 | 06:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ribut-ribut soal tudingan negara yang berpotensi menggunakan nuklir, China justru mengarahkan telunjuknya kepada Amerika Serikat (AS). Selama ini Washington adalah pihak yang paling berperan atas penggunaan nuklir.

Dalam pengarahannya pada Jumat (3/3), Jurubicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning menegaskan, AS adalah sumber ancaman nuklir terbesar di dunia dan harus memikirkan kembali kebijakan keamanannya.

“Amerika Serikat adalah sumber ancaman nuklir terbesar di dunia. Amerika Serikat harus memikirkan kembali kebijakan nuklirnya dengan hati-hati, dengan rajin memenuhi tugas khusus dan utamanya untuk melucuti senjata, sehingga mengurangi peran senjata nuklir dalam kebijakan keamanan nasional," kata diplomat itu, seperti dikutip dari TASS.


Ia menambahkan bahwa AS harus segera mengambil langkah-langkah praktis yang berarti untuk meringankan risiko nuklir.

Tudingan AS bahwa China memiliki kemungkinan menggunakan nuklir, dibantah dengan tegas oleh Mao.

Komando Strategis AS bulan lalu menuduh China memiliki lebih banyak peluncur untuk ICBM berbasis darat daripada Amerika Serikat. Beberapa anggota parlemen AS menyerukan peningkatan potensi nuklir negara itu untuk menghadapi China dan Rusia.

Mao membantah tuduhan itu. Menurutnya, spekulasi tersebut adalah dalih bagi Amerika Serikat untuk memperluas persenjataan nuklirnya sendiri.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya