Berita

Ketua DPP PPP, Achmad Baidowi/RMOL

Politik

Disindir Jazil, Achmad Baidowi: Saat PKB Jeblok di Pemilu 2009, PPP Tidak Pernah Meremehkan

SELASA, 21 FEBRUARI 2023 | 17:31 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

RMOL. Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid melayangkan sindirian terhadap Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang hanya meraih 19 kursi di Senayan pada Pemilu 2019.

Pria yang karib disapa Gus Jazil ini menyampaikan sindiran itu saat menyemangati para kader PKB agar berhasil meraih 100 kursi di 2024 mendatang.

Merespons nyinyiran petinggi PKB itu, Ketua DPP PPP Achmad Baidowi meminta agar Jazi  tidak menjatuhkan marwah partai lain dengan membanding-bandingkan prestasi di pemilu.


“Kepada sahabatku Jazilul Fawaid, Waketum PKB. Apa urusannya membanding-bandingkan sesama partai ijo, saat kursi PKB jeblok di pemilu 2009 dengan 28 kursi, PPP tidak pernah mengusik dan meremehkan,” kata pria yang akrab disapa Awiek kepada wartawan, Selasa (21/2).

Sekretaris Fraksi PPP ini menambahkan, Partai berlambang kabah tidak pernah menyindir partai politik lain untuk membakar semangat kadernya dalam menghadapi pemilu mendatang.

“Karena kami memahami situasi politik waktu itu. Kami bersimpati secara politik dengan tidak meremehkan adik kami (PKB) yang sama-sama lahir dari NU,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa posisi seluruh partai di DPR setara, dan seluruh fraksi memiliki hak yang sama. Atas dasar itu, Awiek meminta setiap partai politik menghargai partai lainnya dengan tidak saling menjatuhkan marwah.

“Bahkan di pimpinan MPR juga sama memiliki wakil ketua MPR yakni Pak Arsul Sani yang ruangannya bersebelahan dengan Pak Jazilul Fawaid,” tutupnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya