Berita

Yudi Syamhudi Suyuti/Ist

Publika

Presiden Jokowi Perlu Menteri Kominfo Baru yang Kuasai Digitalisasi Rakyat dan Tidak Terkait Korupsi

OLEH: YUDI SYAMHUDI SUYUTI
MINGGU, 05 FEBRUARI 2023 | 03:18 WIB

KONDISI Kementerian Komunikasi dan Informasi saat ini sedang mengalami gangguan atas kasua korupsi BTS (Base Transceiver Station). Beberapa pejabat tinggi telah diperiksa dan beberapa Direksi BUMN serta pengusaha ditetapkan sebagai tersangka.

Selain itu, kerabat Menkominfo juga mulai diperiksa termasuk dipertimbangkannya Menteri Kominfo untuk diperiksa Kejaksaan Agung.

Selain itu isu terjadinya konsolidasi antara Kementerian dengan Bank-bank BUMN yang kabarnya mengarah pada tindak pidana korupsi juga perlu dikonfirmasi, benar-benar ada atau tidak. Karena jika benar-benar ada dugaannya, hal ini bisa menjadi pengembangan kasus yang lebih besar.


Kondisi Kominfo saat ini menjadi preseden buruk. Bukan saja secara internal Kementerian sendiri, akan tetapi juga berdampak pada Presiden Jokowi. Dampak ke Presiden Jokowi ini akan menambah beban Presiden, karena ada sebuah Kementerian yang sedang bermasalah.

Oleh karena itu, menurut kami, dalam situasi seperti ini, Menteri Kominfo perlu diperbarui. Meskipun Menterinya belum tentu terlibat dalam tindak pidana korupsi.

Keputusan Presiden dalam memperbarui personel yang menjabat Menteri di Kementerian Kominfo ini sangat urgen, karena menyangkut 2 hal.

Pertama adalah terjadinya korupsi BTS yang mengganggu kinerja Kementerian dan membuat Presiden Jokowi juga terganggu.

Kedua dibutuhkan figur Menteri yang mampu menguasai digitalisasi rakyat. Di mana seperti arahan Presiden, digitalisasi harus dipraktikkan dalam segala lini demi kemajuan dan kemakmuran rakyat. Di sinilah Menteri perlu penguasaan, bukan saja dalam hal mengatur proyek-proyek di Kominfo.

Akan tetapi mampu merealisasi visi misi Presiden Jokowi dalam mewujudkan digitalisasi rakyat.

Digitalisasi rakyat ini, adalah bagaimana seluruh Rakyat Indonesia dapat berpartisipasi langsung dan mendapat sangat banyak manfaat.

Mudahnya rakyat terhubung langsung ke Pemerintah dan Presiden, maka kepentingan dan kebutuhab rakyat secara langsung dapat terakses. Baik menyangkut masalah ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, keamanan, serta masalah-masalah rakyat lainnya. Termasuk dalam hal permodalan rakyat.

Dengan adanya digitalisasi rakyat, program pembangunan yang menjadi visi dan misi Presiden akan lebih cepat, tepat dan terselesaikan secara sistematis. Hal ini karena keterlibatan rakyat langsung dalam proses pembangunan Pemerintah. Selain itu potensi konflik sosial juga dapat mudah diredam melalui pendekatan sosial yang humanis.

Dalam membentuk kerangka digitalisasi rakyat ini, Presiden membutuhkan Menteri yang menguasai bukan hanya dari aspek kemajuan teknologi saja. Akan tetapi mampu memahami arah pemikiran Presiden dalam mempercepat program pembangunannya sekaligus memberikan akses kemakmuran cepat dan secara langsung kepada seluruh lapisan rakyat.

Tentu harus Menteri yang mampu menempatkan kepentingan Rakyat dalam kepentingan Pemerintah dan Negara. Hal ini membuat Presiden beserta Pemerintahannya semakin dicintai Rakyat.

Penulis adalah Koordinator Eksekutif JAKI (Jaringan Aktivis Kemanusiaan Internasional)

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya