Berita

Ilustrasi/Net

Dahlan Iskan

Roys Mahkota

SELASA, 31 JANUARI 2023 | 05:15 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

KECUALI Roys. Semua anak mestinya kumpul di rumah orang tua. Kalau orang tua sudah tidak ada, mereka kumpul di rumah kakak laki-laki tertua. Itulah inti malam tahun baru Imlek: malam Minggu pekan lalu.

Roys, malam itu, tidak ke mana-mana. Ia tidak berani ke rumah ayahnya. Atau tidak mau. Anak ini seperti memusuhi ayahnya sampai ke tulang sumsumnya.

Datangnya Imlek biasanya dimanfaatkan untuk wawuhan. Mumpung ada momentum. Roys tidak memanfaatkannya.


"Saya hanya tunggu undangan. Ternyata tidak ada undangan. Saya di rumah saja bersama istri dan anak," ujar Roys.

"Besok pagi, kalau juga tidak ada undangan saya ke rumah kakak papa yang tertua. Di Mojosari, Mojokerto," tambahnya waktu itu.

Kakak tertua papanya itu sudah meninggal. Tapi istrinya masih ada.

Ini Imlek ketiga Roys tidak kumpul dengan papa, mama, dan dua adiknya. Tahun lalu ia juga hanya menunggu undangan. Tidak ada. Memang perlu undangan? Tentu Imlek bersama keluarga tidak perlu undangan. Tapi Roys memerlukannya.

Undangannya sendiri mungkin tidak penting. Tapi, kalau papanya minta anaknya itu datang, Roys merasa hati papanya sudah berubah.

Perubahan hati itu yang ditunggu Roys. Bukan undangan. Tentu sang papa juga sama: mengharapkan Roys berubah pikiran. Tidak lagi memusuhi sang papa. Apalagi secara sangat terbuka: Roys sampai mengunggah kemarahannya itu ke YouTube. Lengkap dengan nama-nama penghuni kebun binatang.

Tidak hanya sekali dua kali Roys posting di YouTube. Selalu. Banyak sekali. Sampai sekarang sudah lebih 30 video ia unggah ke YouTube. Selama dua tahun terakhir. Semua berisi kemarahan pada papanya.

Ia datangi rumah papanya ketika lagi kosong: bikin video di rumah itu. Untuk YouTube. Ia datangi restoran milik papanya ketika sang papa tidak di situ.

Ia bilang, di video, restoran itu dibeli dari uang Roys. Dari hasil usaha dealer dan bengkel mobil. Resto terkenal di pusat kota itu, katanya, harus diserahkan ke Roys. Ia juga datangi bengkel mobil Liek Motor di Ketabang Surabaya. Ia bilang itu ia yang membangun. Harus dikembalikan kepadanya.

Ia juga menuntut haknya sebagai anak pertama, laki-laki pula. Ia itu mestinya ibarat putra mahkota. Papanya sudah harus menyerahkan semua aset dealer mobil itu padanya. Ia yang akan atur. Ia bilang: adik-adiknya pun harus ikut si kakak sulung.

Tapi, sang adik telah bersikap tegas: ikut papa mereka.

Maka Roys juga memusuhi adiknya.

Malam Imlek dua tahun lalu Roys juga tidak bisa berkumpul dengan papa, mama, dan adik-adiknya. Di malam Imlek yang penuh kekeluargaan itu Roys berada di sel tahanan polisi. Lebih sial lagi di dalam tahanan ia digebuki tahanan lain: tulang rusuknya patah.

"Mana ada seorang ayah memasukkan anaknya ke tahanan di malam Imlek," ujar Roys suatu ketika. "Saya kan menuntut hak saya. Kenapa sampai dimasukkan tahanan seperti ini," tambahnya.

Mungkinkah perlu Imlek sekali lagi lagi? Agar urusan keluarga ini selesai?

Menyelesaikan pertengkaran keluarga tentu tidak harus menunggu Imlek tahun depan. Bisa kapan saja.

Sebenarnya saya juga sudah tidak ingin menulis ini lagi. Tapi restoran itu persis di sebelah kantor saya: hanya dipisahkan pagar tembok.

Roys sendiri kini lebih bersama istri dan anak tunggalnya, umur 10 tahun. Anak keduanya meninggal di dalam kandungan. Ia juga dua kali seminggu main golf. Lalu naik kuda. Ia menyukai kuda.

Ia merasa dirinya putra mahkota. Tapi takhta itu masih begitu jauhnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya