Berita

Mantan Pemberontak Maois Prachanda, Pushpa Kamal Dahal diangkat jadi Perdana Menteri Nepal pada Minggu (25/12)/Net

Dunia

Mantan Pemberontak Maois Prachanda Kembali Terpilih Jadi PM Nepal untuk Ketiga Kalinya

SENIN, 26 DESEMBER 2022 | 11:53 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Hasil pemilihan Nepal bulan lalu, kembali mengangkat nama Pushpa Kamal Dahal, seorang mantan pemimpin pemberontak Maois Prachanda menjadi Perdana Menteri untuk ketiga kalinya.

Pushpa yang masih menggunakan nama nom de guerre Prachanda, yang berarti “mengerikan” atau “galak” itu akan memimpin pemerintahan Nepal yang baru dengan masa jabatan lima tahun.

Kemenangan Prachanda diraih setelah dirinya berhasil membangun koalisi yang kuat dengan oposisi pemerintah komunis Bersatu Marxis-Leninis (UML) dan kelompok kecil lainnya.


Seorang pembantu Presiden Bidhya Devi Bhandari, Tika Dhakal pada Minggu (25/12) mengatakan Prachanda telah terpilih karena mendapat suara terbanyak di parlemen yang  beranggotakan 275 orang tersebut.

"Dia telah ditunjuk dan mendapat dukungan dari mayoritas besar parlemen," ujarnya seperti dimuat Al Jazeera.

Menurut keterangan Tika, Prachanda akan segera mengambil sumpah jabatan pada Senin (26/12) dan menggantikan pendahulunya dari Partai Kongres Nepal, Sher Bahadur Deuba.

Partai Pusat Maois Prachanda memenangkan 32 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat yang beranggotakan 275 orang.

UML, sekutu Prachada memiliki 78 kursi, dan sisanya, yang dibutuhkan untuk mayoritas 138 dikendalikan oleh kelompok yang lebih kecil.

Sementara Partai Kongres Nepal yang berkuasa, kini menjadi oposisi utama yang menguasai 89 kursi.

Setelah memimpin pembrontakan bersenjata untuk mengakhiri monarki Nepal pada 2006, Prachanda kemudian diangkat sebagai Perdana Menteri pada 2008-2009, kemudian yang kedua kalinya pada 2016-2017.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya