Berita

Ketum PKB Muhaimin Iskandar/Net

Politik

Dinakhodai Cak Imin, Suara PKB di Atas Perolehan Pemilu 2019

JUMAT, 09 DESEMBER 2022 | 22:26 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Partai kebangkitan Bangsa (PKB) saat ini mampu meraih kenaikan jumlah suara dibanding perolehan pada pemilu 2019. Menurut direktur eksekutif Media Survei Nasional (Median), menurut temuan survei, PKB mampu menempatkan posisi sebagai partai terbesar di kalangan partai-partai Islam atau berbasis massa Islam, dengan elektabilitas 10,2 persen.

“Survei mencatat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), termasuk partai yang mengalami peningkatan perolehan suara. Berdasarkan perbandingan survei dari Median pada Maret 2022 dan November 2022, PKB dari peringkat 5 naik ke peringkat 4 dengan perolehan 10.2 persen,” katanya, dalam keterangan tertulis, Jumat (9/12).

Bahkan menurut Rico, PKB di bawah kepemimpinan Muhaimin Iskandar berhasil menempatkan diri sebagai partai Islam yang berwajah terbuka serta toleran. Terbukti dari cukup banyaknya pemilih non Muslim yang bersedia memilih partai ini.


“Berdasarkan survei, PKB menjadi satu-satunya partai Islam yang memiliki basis pemilih non Muslim. Antara lain dari kalangan umat Katolik sebesar 4,8 persen, Protestan (1,8 persen), Hindu (5,3 persen), dan Budha (25,0 persen).

Selain itu, berdasarkan pertanyaan terbuka kepada para responden, tambah Rico, setidaknya ditemukan beberapa alasan yang diungkap dalam memilih PKB.

“Beberapa alasan itu antara lain karena menganggap PKB adalah kekuatan politik NU sebesar 19 pesen, kemudian faktor Muhaimin Iskandar 9,8 persen,  alasan partai Islam 8,2 persen, dan alasan PKB dianggap terbuka serta toleran 8 persen,” ungkapnya.

Berikut hasil lengkap elektabilitas partai politik: PDIP 22,5 persen, Gerindra 14,4 persen, Golkar 11,2 persen, PKB 10,2 persen, Demokrat 8,5 persen, Nasdem 7,5 persen, PKS 5,1 persen, PPP 3,9 persen, PAN 1,3 persen.

Perindo 1,3 persen, Gelora 1,0 persen, PSI 1,0 persen, Hanura 0,4 persen, Buruh 0,1 persen, PBB 0,1 persen dan tidak pilih 11,3 persen.

Adapun survei Median tersebut dilakukan 9-17 November 2022, dengan jumlah sampel sebanyak 1.200 responden, margin of error sebesar 2,83 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

UPDATE

OTT Tak Berarti Apa-apa Jika KPK Tak Bernyali Usut Jokowi

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:17

Efektivitas Kredit Usaha Rakyat

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:00

Jokowi Tak Pernah Berniat Mengabdi untuk Bangsa dan Negara

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:51

Integrasi Transportasi Dikebut Menuju Jakarta Bebas Macet

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:25

Lebih Dekat pada Dugaan Palsu daripada Asli

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:18

PSI Diperkirakan Bertahan Jadi Partai Gurem

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:10

Dari Wakil Tuhan ke Tikus Got Gorong-gorong

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:24

Pertemuan Kapolri dan Presiden Tak Bahas Reshuffle

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:21

Amien Rais Tantang Prabowo Copot Kapolri Listyo

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:10

PDIP Rawat Warisan Ideologis Fatmawati

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:07

Selengkapnya