Berita

Partai Solidaritas Indonesia (PSI). (Foto: Istimewa)

Politik

PSI Diperkirakan Bertahan Jadi Partai Gurem

MINGGU, 08 FEBRUARI 2026 | 05:10 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) diperkirakan sulit berkembang menjadi partai besar karena cuma mengandalkan figur Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

Demikian dikatakan analis politik Saiful Huda Ems merespons pidato Jokowi dalam Rakernas PSI di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Sabtu 31 Januari 2026.

Saiful mengingatkan bahwa latar belakang Jokowi bukanlah politisi ulung. Menurutnya, Jokowi aslinya cuma tukang kayu yang diangkat oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.


"Hingga kemudian Jokowi menjadi Walikota Solo, Gubernur DKI, dan Presiden dua periode," kata Saiful.

Berikutnya, lanjut Saiful, Jokowi dan anak-anaknya sama sekali tidak memiliki pengalaman mengelola partai politik. 

"Kaesang Pangarep sendiri baru dua hari jadi kader PSI langsung diangkat jadi ketum PSI. Jadi bagaimana mungkin orang yang sama sekali tidak memiliki pengalaman memimpin dan mengelola partai politik, akan diandalkan untuk membesarkan PSI?" singgung Saiful. 

Perlu diingat, kata Saiful, hari ini Jokowi sudah bukan lagi presiden. Ia tidak lagi memiliki kekuasaan penuh untuk mengatur-ngatur para pejabat negara, kecuali kepada orang-orang titipannya. 

"Jokowi sekarang, selain tidak memiliki kekuasaan, juga disibukkan dengan pengobatan demi pengobatan kurapnya yang sudah mengkeriputkan kulit dan melongsorkan rambutnya," kata Saiful.

Kalau sudah seperti demikian, tegas Saiful, kondisi PSI bepeluang lebih gurem dari dua pemilu sebelumnya.

"Lebih baik PSI dan Jokowi segera insyaf," pungkas Saiful.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya