Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

AS-Jepang-Korsel Kompak Jatuhkan Sanksi Baru untuk Korut

JUMAT, 02 DESEMBER 2022 | 15:15 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Korea Utara kembali menjadi target sanksi baru. Kali ini sanksi dilayangkan oleh Amerika Serikat (AS), Korea Selatan, dan Jepang atas uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) yang dilakukan Pyongyang baru-baru ini.

Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan telah memberlakukan sanksi baru terhadap individu dan entitas Korea Utara. Sanksi ini diumumkan pada Kamis (1/12).

Departemen Keuangan AS menyebut sanksi berupa blokir aset apapun dari tiga pejabat Korea Utara di AS. Washington juga mengancam memberikan sanksi kepada siapa pun yang melakukan transaksi dengan Jon Il-ho, Yu-jin, dan Kim Su-gil, yang diidentifikasi terlibat langsung dalam pengembangan senjata.


"Peluncuran rudal Korea Utara baru-baru ini, termasuk ICBM dengan jangkauan mencapai daratan AS, menimbulkan risiko keamanan yang besar bagi kawasan dan seluruh dunia," kata Menteri Luar Negeri Antony Blinken, seperti dimuat TRT World.

Blinken mengatakan sanksi tersebut menggarisbawahi tekad berkelanjutan AS untuk mempromosikan akuntabilitas sebagai tanggapan atas kecepatan, skala, dan cakupan peluncuran rudal balistik Pyongyang.

Ia juga menambahkan bahwa tindakan tersebut diambil dalam koordinasi dengan sekutu, yaitu Korea Selatan dan Jepang.

Sementara itu, Jepang dan Korea Selatan pada Jumat (2/12) juga mengumumkan sanksi baru.

Korea Selatan mengatakan akan menargetkan delapan orang, termasuk warga negara Taiwan dan Singapura yang dinilai telah berkontribusi pada pengembangan nuklir dan rudal Korea Utara.

"Tujuh lembaga terlibat dalam program pengembangan nuklir dan rudal rezim rahasia juga termasuk," kata Kementerian Luar Negeri Korea Selatan.

Langkah itu adalah kedua kalinya Seoul memberlakukan sanksi terhadap Pyongyang sejak dimulainya pemerintahan Presiden Yoon Suk-yeol pada Mei.

Jepang juga mengikuti dengan membekukan aset tiga grup Korea Utara, yaitu Korea Haegumgang Trading Corp, Korea Namgang Trading Corp dan Lazarus Group, serta satu individu atas nama Kim Su-Il.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Pelajar Islam Indonesia Kutuk Trump dan Netanyahu

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:08

Prabowo Tunjukkan Soliditas Elite Lewat Pertemuan dengan Mantan Presiden

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:08

Bupati Pekalongan Dikabarkan Telah Jadi Tersangka Dugaan Benturan Kepentingan PBJ

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:45

Masihkah Indonesia Konsisten dengan Politik Luar Negeri Bebas Aktif?

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:43

KPK Buka Peluang Periksa BPN Depok soal Suap Lahan PT KD

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:38

Irak Ikut Pangkas Produksi, Harga Minyak Makin Naik

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:21

Pertemuan Elite jadi Cara Prabowo Redam Polarisasi Politik

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:15

Bursa Asia Anjlok, Kospi Jatuh Paling Dalam

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:51

Harga Emas Dunia Terkoreksi Gara-gara Dolar AS

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:41

Menaker Tetapkan Tenggat BHR Ojol 2026: Paling Lambat H-7 Lebaran

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:26

Selengkapnya