Berita

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr./Net

Dunia

Marcos: Filipina Harus Ekplorasi Minyak dan Gas di Laut China Selatan Walau Tanpa Beijing

KAMIS, 01 DESEMBER 2022 | 14:37 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Filipina memiliki hak untuk mengeksploitasi cadangan energi di Laut China Selatan dan akan mencari cara untuk melakukannya, meski tanpa kesepakatan dengan China.

Begitu yang ditegaskan oleh Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr pada Kamis (1/12). Ia mengatakan pihaknya harus menemukan cara untuk mengeksplorasi minyak dan gas di Laut China Selatan.

"Itu hal yang besar bagi kami. Itulah mengapa kami harus berjuang (untuk apa yang menjadi milik kami) dan mengambil keuntungan jika memang ada minyak di sana," ujarnya, seperti dimuat Reuters.


Pemerintah pada Juni mengatakan, pembicaraan tentang eksplorasi energi bersama antara Manila dan Beijing di Laut China Selatan telah berhenti.

Namun pemerintahan Marcos pada Agustus menuturkan pihaknya terbuka untuk pembicaraan baru dengan China mengenai eksplorasi minyak dan gas, dengan syarat kesepakatan apapun harus mematuhi UU Filipina.

"Itu hambatannya, sulit untuk melihat bagaimana kita bisa menyelesaikannya. Saya pikir mungkin ada cara lain sehingga tidak harus G-to-G (government-to-government)," jelas Marcos.

Filipina sangat bergantung pada bahan bakar impor untuk kebutuhan energinya, membuatnya rentan terhadap guncangan pasokan dan kenaikan harga minyak, yang telah membantu mendorong inflasi mendekati level tertinggi dalam 14 tahun terakhir.

Selama kunjungan tiga hari pada pekan lalu, Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris menegaskan komitmen pertahanan Amerika ke Filipina dan menegaskan kembali dukungan untuk putusan arbitrase 2016 yang membatalkan klaim luas Beijing di Laut China Selatan.

Putusan, yang ditolak oleh China, menyatakan bahwa Filipina memiliki hak berdaulat untuk mengeksploitasi cadangan energi di dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Ia juga menegaskan Filipina akan mengumumkan kerjasama baru dengan AS pada awal tahun depan, untuk mengakses pangkalan militer Filipina di bawah Perjanjian Kerjasama Pertahanan tahun 2014.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya