Berita

Mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev/Net

Dunia

Kecam Rencana Pengiriman Patriot ke Ukraina, Medvedev: NATO Kriminal!

RABU, 30 NOVEMBER 2022 | 17:01 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Rencana NATO untuk mengirimkan sistem pertahanan udara Patriot kepada Ukraina, memperoleh kecaman keras dari mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev.

Di Telegram pada Selasa (29/11), Medvedev melontarkan kritik pedas yang diarahkan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg yang mencetus rencana tersebut.

Medvedev juga mengancam jika pengiriman Patriot tetap dikirimkan, maka pihaknya tidak akan tinggal diam.


"Jika, seperti yang diisyaratkan Stoltenberg, NATO akan memasok sistem Patriot kepada kaum fanatik Ukraina bersama dengan personel NATO, mereka akan segera menjadi target sah angkatan bersenjata kami,” tulis Medvedev yang dikutip Reuters.

Meski tak jelas langkah balasan itu akan diarahkan pada NATO atau Ukraina, Medvedev tetap menyebut pakta pertahanan Atlantik itu sebagai entitas kriminal karena rencana pengiriman Patriot.

"Dunia yang beradab tidak membutuhkan organisasi ini. Ia harus bertaubat kepada kemanusiaan dan dibubarkan sebagai entitas kriminal," tegasnya.

Menyusul serangan yang semakin massif dari Rusia, Ukraina telah meminta mitra Baratnya untuk mengirimkan bantuan militer termasuk sistem Patriot buatan AS untuk melindungi infrastruktur listrik yang kerap dijadikan sasaran utama.

Sementara NATO merespon serangan Rusia ke pusat Ukraina dengan mengutuknya sebagai serangan terus-menerus dan tidak masuk akal terhadap warga sipil Ukraina dan infrastruktur energi Kyiv.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Komisi XIII DPR Segera Panggil Pejabat Terkait soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Ajukan Kasasi, Nadiem Tak Akan Menerima Hasil Apapun di Luar Bebas

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Respons Demo Buruh, Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026

Kamis, 24 September 2026 | 14:15

PAN: Ambang Batas Parlemen Perlu Hati-hati, Jangan Lebih dari 4 Persen

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Usai Antar Giuseppe Garibaldi, Perwakilan Angkatan Laut Italia Temui Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Dasco Pastikan DPR Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 13:58

MGLV Kantongi Fasilitas BNI, Ekspansi Data Center Jababeka dan Batang Digenjot

Kamis, 24 September 2026 | 13:51

Demo Buruh di Depan UOB Plaza: Jalur Utama Jakarta Pusat Dialihkan!

Kamis, 24 September 2026 | 13:40

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem

Kamis, 24 September 2026 | 13:39

UU Pengaturan Reforma Agraria jadi Kado Manis Petani untuk Berdaulat

Kamis, 24 September 2026 | 13:32

Selengkapnya