Berita

Ketua DPP IMM Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan, Muhammad Habibi/Rep

Politik

DPP IMM Usulkan Menkeu Evaluasi Penghapusan Subisidi Energi Minyak dan Fosil

MINGGU, 27 NOVEMBER 2022 | 02:26 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Muhammadiyah (DPP IMM) meminta Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, mengusulkan kembali kebijakan penghapusan subsidi energi yang dicanangkan negara peserta KTT G20 Bali.

Usulan tersebut disampaikan Ketua DPP IMM Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan, Muhammad Habibi, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (26/11$.

Habibi menyatakan, kebijakan transisi renewable energy harus sejalan dengan tata kelola perbaikan energi fosil yang semakin tergerus. Jangan sampai kebijakan transisi energi terbarukan justru menghapuskan kebijakan subsidi energi minyak dan gas bumi (fosil) yang sampai dengan hari ini masih carut marut pengelolaannya.
 

 
“Kebijakan transisi atau renewable energy perlu disesuaikan dengan pengelolaan energi minyak dan fosil di Indonesia, sebab perlu perencanaan yang lama dalam mencanangkan konsep serta roadmap energi terbarukan di Indonesia,” kata dia.

Sehingga, usulan Indonesia menghapuskan subsidi energi dengan negara peserta lainnya dalam KTT G20 Bali yang lalu, perlu ditinjau kembali.

Pasalnya, di satu sisi subsidi energi minyak dan gas bumi sangat diperlukan oleh masyarakat kelas menengah bawah, di sisi lainnya pembaruan energi melalui kebijakan energi terbarukan juga diperlukan oleh negara.

“Guna mengurangi dampak kerusakan lingkungan hidup akibat eksploitasi serta eksplorasi minyak dan gas bumi di Indonesia,” ujarnya.

Habibi menambahkan, pemerintah sangat berkepentingan terhadap pengelolaan minyak dan gas bumi. Data yang dihimpun dari laporan tahunan Kementerian Keuangan pada 2021, realisasi penerimaan anggaran negara bersumber dari minyak dan gas bumi mencapai Rp. 216,876 triliun. Terdiri dari penerimaan minyak mentah Rp 139,174 triliiun dan penerimanaan gas bumi Rp 77,701 triliiun.
 
Jumlah yang sangat besar ini tentunya diharapkan dapat membantu pendisitribusian subsidi minyak dan gas bumi kepada masyarakat.

“Jika penghapusan subsidi energi minyak dan gas bumi  ini dilakukan pemerintah, tentunya akan berdampak luas kepada masyarakat, karena sumber penerimaan negara dari minyak dan gas bumi sangat besar jumlahnya, lantas uang yang diterima negara dari minyak dan gas bumi digunakan untuk hal apa?" tuturnya.  

"Daripada dihapuskan lebih baik tetap digunakan untuk pendistribusian subsidi minyak serta digunakan dalam pembenahan pengelolaan energi minyak dan gas bumi yang masih carut marut,” tegasnya.

Terkait pengelolaan keuangan masyarakat dari ancaman resesi global, DPP IMM berharap Sri Mulyani tetap menjaga pendataan ekonomi masyarakat.

Hal itu guna menjaga stabilitas perputaran keuangan yang dilakukan pemerintah bersama para pelaku usaha dalam menjaga kebijakan pembangunan berkelanjutan. Apabila pendataan yang dilakukan pemerintah tidak jelas tentu dapat menghambat upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas keuangan.

Seperti pada kasus kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) September lalu. Pendistribusian Bantuan Langsung Tunai (BLT) masih dinilai berbagai kalangan tidak terdistribusi secara maksimal.

Menurutnya, hal tersebut terjadi dikarenakan pendataan ekonomi masyarakat yang belum rigid. Sebab masih ada masyarakat yang tergolong berpenghasilan kelas menengah atas justru menerima BLT.

“Guna menjaga kebijakan pembangunan berkelanjutan yang maksimal, pemerintah perlu berhati-hati sekali dalam mendata perekonomian masyarakat,” tuturnya.

“Jangan sampai karena pendataan yang tidak maksimal, di kemudian hari target pembangunan berkelanjutan yang ditetapkan pemerintah tidak berjalan secara optimal, maka pemerintah melalui Menteri Keuangan bersama seluruh stakeholder berkolaborasi dalam melakukan pendataan ekonomi masyarakat yang rigid dan tepat sasaran,” demikian Habibi.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya