Berita

Ketua KPK RI Firli Bahuri usai penandatanganan MoU di pertemuan tingkat tinggi ASEAN-PAC di Phnom Penh, Kamboja/Ist

Dunia

Firli Ajak Negara-negara ASEAN Kerjasama Memburu Aset dan Ekstradisi para Koruptor

KAMIS, 24 NOVEMBER 2022 | 13:49 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyampaikan sejumlah rekomendasi diakhir rangkaian kegiatan pertemuan tingkat tinggi ASEAN Parties Against Corruption (ASEAN-PAC) di Phnom Penh, Kamboja pada Rabu (23/11).

“Karena ini akan menjadi komentar terakhir saya, Bapak Ketua, saya ingin menegaskan kembali beberapa poin mengenai pengamatan saya tentang diskusi kita di ASEAN-PAC,” kata Firli sebelum Presiden Anti-Corruption Unit (ACU) Cambodia menutup secara resmi pertemuan ASEAN-PAC.

Menurut Firli, bagi Indonesia ASEAN bukan hanya sekedar negara-negara tetangga melainkan sudah seperti saudara. Terkait dengan pemberantasan korupsi, Firli menekankan pentingnya kerjasama konkret oleh negara-negara di ASEAN.


Pasalnya, Firli menekankan bahwa keberhasilan pemberantasan korupsi dan pencucian uang tidak hanya dinilai berdasarkan statistik domestik maupun penuntutan tersangka secara nasional saja.

“Bagi Indonesia, akan berhasil jika kita dapat saling bekerjasama, khususnya kerjasama dalam penyelidikan bersama, penelusuran dan pengembalian aset terduga koruptor, serta membantu negara-negara ASEAN lainnya dalam mengekstradisi terduga koruptor,” tegas Firli dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (24/11).

Hal tersebut, kata Firli merupakan kesuksesan lantaran tidak hanya sesuai dengan amanat United Nations Convention Againts Corruption (UNAC) tentang kerjasama internasional tetapi juga sesuai dengan standar dan norma yang diakui secara internasional seperti FATF.

Firli menyampaikan, arti kesuksesan dan kebanggan bagi para pemimpin lembaga antikorupsi di negara-negara ASEAN ialah jika dapat membantu satu sama lain dalam memberantas korupsi di negaranya masing-masing.

“Ini termasuk bantuan kami dalam melacak aset mereka dan melakukan penyelidikan bersama termasuk untuk menangkap tersangka yang bersembunyi di negara kita. Indonesia berkomitmen mendukung kekeluargaan ASEAN. Bagi kami, ini adalah hati dan jiwa dari kerja sama kami,” tekan Firli.

Disamping itu, dengan ditandatanganinya MoU ASEAN-PAC Firli berharap selain dapat digunakan untuk mempromosikan road map antikorupsi 2045 yang digagas KPK, melalui kolaborasi di bidang pendidikan, pencegahan dan penegakan hukum juga merupakan momentum untuk merevitalisasi kerja sama PAC ASEAN dalam mewujudkan ASEAN yang bebas korupsi.

“Dan yakinlah bahwa KPK Indonesia akan mendukung semua saudara dan saudari kita di ASEAN dalam upaya bersama untuk memerangi korupsi,” demikian Firli.



Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya