Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Terus Dilanda Kekerasan, 150 Ribu Anak Mali Tak Bisa Sekolah

SENIN, 21 NOVEMBER 2022 | 20:18 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ratusan ribu anak Mali dilaporkan tak bisa mengenyam bangku pendidikan lantaran tidak memiliki catatan akta kelahiran akibat keluarga dan negaranya terus menerus menjadi sasaran pemberontak jihadis.

Dewan Pengungsi Norwegia (NRC) mengatakan 148.600 anak di Mali telah terlantar dan terpaksa meninggalkan kampung halaman mereka untuk mencari tempat yang lebih aman dari aksi kekerasan pemberontak.

Oleh sebab itu, kebanyakan dari mereka tidak memiliki akta kelahiran untuk membuktikan identitas hukum mereka dan tidak bisa mendaftar ke sekolah.


"Tanpa mereka, anak-anak dilarang mendaftar secara resmi di sekolah formal, mengikuti ujian dan memperoleh sertifikat pendidikan," kata NRC tersebut seperti dimuat AFP.

Kondisi ini akan sangat berpengaruh pada masa depan mereka, sebab mereka akan kesulitan untuk melakukan apapun yang berkaitan dengan regulasi negara.

"Kecuali masalah ini ditangani sebelum anak-anak ini mencapai usia dewasa, kebebasan bergerak mereka berisiko ditolak. Mereka tidak akan memiliki hak untuk memilih, juga tidak akan dapat memiliki atau menyewa properti," ungkapnya.

Selama sebelas tahun terakhir, negara miskin yang terkurung daratan itu telah berjuang melawan pemberontakan jihadis.

Menurut laporan PBB, sekitar 7,5 juta orang dari populasi sekitar 20 juta membutuhkan bantuan darurat.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya