Berita

Ilustrasi/Net

Politik

KIB, KIR, PDIP Belum Juga Tentukan Capres-Cawapres Karena Belum Temukan Tokoh yang Menonjol

KAMIS, 17 NOVEMBER 2022 | 14:52 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas Golkar-PPP-PAN, Koalisi Indonesia Raya (KIR) Gerindra-PKB, lalu PDI Perjuangan belum juga mengusung bakal capres-cawapres untuk Pilpres 2024 dinilai wajar.

Pasalnya, mereka masih mencari tokoh atau figur untuk menandingi Anies Baswedan yang bakal diusung Nasdem, Demokrat, dan PKS.

Begitu kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu di Jakarta, Kamis (17/11).


“Koalisi yang sudah terbentuk dan belum mendeklarasikan capres, kemungkinan memang tidak ada tokoh menonjol yang bisa diandalkan untuk galang suara," kata Dedi.

"Atau, terjadi perbedaan pandangan karena adanya lebih dari satu kandidat yang mungkin terusung dari koalisi tersebut,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Dedi juga menilai bahwa kenapa KIB,KIR, hingga PDIP belum mengusung capres-cawapres karena adanya kekhawatiran jika sejak dini dikenalkan pada publik, maka serangan terhadap tokoh itu akan menguat, termasuk kritik yang akan membongkar citra buruk kandidat.

“Artinya, koalisi tang belum umumkan Capres, memang belum menemukan tokoh yang layak dipromosikan,” katanya.

Berbeda dengan Anies, kata Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, meskipun sudah dideklarasikan lebih awal tetapi tidak tergerus elektabilitasnya oleh serangan-serangan politik menjelang Pemilu 2024.

Justru, dalam setiap kunjungannya ke beberapa daerah, warga sangat antusias menyambut kedatangannya. Seperti halnya di Medan, Yogyakarta, hingga Solo.

“Anies ini menarik, ia bahkan jauh lebih cepat dideklarasikan saat jabatan Gubernur belum hilang, dan ini memantik gelombang koalisi lain, bukan karena kritik pada Anies, tetapi Anies menjadi lebih siap menghadapi pertarungan karena sejak awal telah membaca gelagat rival,” ternagnya.

“Anies jauh lebih berpeluang memenangi kontestasi di banding tokoh lain, tentu dengan syarat jika tidak ada halangan terusung,” demikian Dedi Kurnia.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya